Kios Porak Poranda, Nunung Pegangan Pohon

91
KORBAN PUTTING BELIUNG: Bupati Batang Wihaji bersama jajarannya meninjau korban puting beliung di Pantai Celong Banyuputih Batang Senin (13/1). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
KORBAN PUTTING BELIUNG: Bupati Batang Wihaji bersama jajarannya meninjau korban puting beliung di Pantai Celong Banyuputih Batang Senin (13/1). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID,  BATANG – Angin puting beliung porak porandakan lima warung di objek wisata Pantai Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang. Kejadian itu berlangsung Jumat (10/1) pukul 11.15 WIB.

Angin tersebut merusak warung milik Nunung Sri Sumiati, Mak War, Titik, Jayanti, dan Mujirah. Saat kejadian, Nunung Sri Sumiati, 35, bersama beberapa pengunjung pantai merasa panik. Pusaran angin yang berwarna gelap seketika merusak warungnya. Material warung pun beterbangan. Kiosnya pun menjadi puing.

“Saya seperti melayang, kebawa angin pegangan apa saja yang bisa saya pegang. Kebetulan saya bisa pegangan pohon. Di sana saya sendirian, ada satu dua orang tapi tidak ada yang menolong,” kata Nunung pada Jawa Pos Radar Semarang di sela kunjungan Bupati Batang Wihaji Senin (13/1) pagi.

Berdasarkan kesaksiannya, angin puting beliung datang dari laut menuju ke arah pantai. Setelah menyapu beberapa bangunan, angin bergerak menuju arah jalan tol di sebelah selatan. Tidak sampai mengarah ke perumahan warga.

“Saya saat itu sedang rebus air, dan belum sempat matikan kompor, sudah diterjang oleh angin,” ujarnya. Nunung berjualan setiap hari di Pantai Celong, sementara pedagang lain hanya di akhir pekan.

Kawasan Pantai Celong berjarak sekitar 100 meter dari permukiman warga. Angin puting beliung tersebut sempat di abadikan oleh seorang warga dan viral di media sosial.

Sementara itu, Jayanti, 39, sebagian bangunan warungnya yang semi permanen roboh. Kebanyakan warga yang terdampak adalah pedagang makanan. “Kerusakan di bangunan parkir, sebagian asbes di warung saya juga ikut terbang terbawa angin,” ucapnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Selain warung, atap Masjid Miftakhul Huda Celong dan pepohonan juga terkena dampak kerusakan. Saat ini puing-puing sisa kejadian telah dibersihkan oleh warga, dibantu relawan dan juga petugas TNI–Polri serta tim SAR. Total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 57 juta.

Bupati Batang Wihaji dalam kunjungan tersebut memberikan beberapa bantuan sejumlah uang dan makanan. “Pemerintah daerah hadir di sini untuk memberikan sedikit bantuan. Sekaligus memberikan pemahaman sebaiknya besok ditata biar nanti tidak terjadi bencana yang terulang,” tuturnya di sela meninjau area pantai.

Dia menjelaskan jika warung yang tepat berada di tepi pantai akan ditata kembali. Baik yang telah rubuh maupun tidak, agar lebih nyaman, imbuhnya. “Kami dari Baznas, PMI, BPBD turun karena apapun yang terjadi hubungannya dengan bencana harus cepat untuk dilayani. Segera melakukan tindakan dan kita recovery,” pungkasnya. (yan/zal)

Tinggalkan Balasan