Ajukan Pembelian Blanko E-KTP Mandiri

404
SIDAK: Bupati Wihaji saat sidak di kantor Dispendukcapil kemarin. (Ryan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)
SIDAK: Bupati Wihaji saat sidak di kantor Dispendukcapil kemarin. (Ryan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, BATANG- Bupati Batang Wihaji berencana terbitkan atuaran penyediaan blanko KTP Elektronik (E-KTP) lewat dana Pemerintah Kabupaten. Menurutnya, blanko yang tersedia tiap bulannya dirasa jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pemkab akan melayangkan surat ke Pemerintah Pusat untuk menerbitkan regulasi agar diberikan kewenangan untuk membeli blanko sendiri. Hanya butuh anggaran Rp 800 juta untuk membeli blanko. Karena ini masih menjadi kebutuhan dasar administrasi kependudukan warga Batang dan E-KTP itu wajib,” ucap Wihaji di sela sidak pada Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Batang Senin (13/1).

Setiap bulannya Pemkab Batang memperoleh 2.000 blanko. Sedangkan untuk kekurangan cetak 20.000 per bulan. Permintaan masyarakat jauh lebih tinggi dari ketersediaan blanko. “Persepsi di masyarakat terkait pengurusan E-KTP adalah bertele-tele, imbuhnya.

Wihaji juga tampak marah ketika mendapati aduan masyarakat bahwa masih ada pungli di wilayahnya. Warga yang menunggu lama untuk mendapatkan blanko E-KTP, marah saat ada warga lain bisa cepat mendapatkan blanko. Saat membayar sejumlah uang.

“Masyarakat marah ketika ada yang bayar E-KTP bisa dicetak dan itu berdasarkan aduan masyarakat. Saya marah. Tidak boleh itu. Saya cari orangnya yang melakukan pungli,” ujarnya.

Berdasar temuan itu Wihaji akan memotong potensi-potensi penyalahgunaan administarsi kependudukan atau pungli. Agar regulasi bisa objektif dan transparan. “Masyarakat bisa melihat dan membandingkan dengan daerah lain,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dispendukcapil Kabupaten Batang Abdurah manenjelaskan, ada puluhan ribu jumlah akumulasi surat keterangan (Suket) belum tercetak E-KTP tahun 2019. “Sampai sekarang Suket yang belum tercetak sebanyak 55.665 pemohon E-KTP,” jelasnya.

Abdurahman juga mengatakan fenomena ini memang terjadai di semua daerah. Tidak hanya di Batang saja. (yan/zal)





Tinggalkan Balasan