Pondasi Jembatan Ambles, Dukuh Bunderan Kebanjiran

194
LUAPAN SUNGAI: Akibat pondasi jebol, air sungai meluap masuk perkampungan warga di Dukuh Bunderan, Desa Plelen, Kecamatan Gringsing sejak Senin (6/1) hingga Rabu (8/1). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
LUAPAN SUNGAI: Akibat pondasi jebol, air sungai meluap masuk perkampungan warga di Dukuh Bunderan, Desa Plelen, Kecamatan Gringsing sejak Senin (6/1) hingga Rabu (8/1). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Pondasi jembatan di jalan raya Pantura Alas Roban, Desa Plelen, ambles karena curah hujan tinggi sejak Minggu sore (5/1). Hal tersebut menyebabkan penyumbatan saluran drainase. Luapan air di jalan raya tidak terkendali masuk dan menggenangi dua RT di Dukuh Bunderan, Desa Plelen, Kecamatan Gringsing. Selain menggenangi kampung arus air juga deras karena kontur tanah miring tajam.

Kades Plelen Siti Amri mengatakan, yang paling terdampak adalah RT 06 dan RT 07. Ketinggian air mencapai 60 cm. Menyebabkan perabot rumah tangga dan sepeda motor warga rusak karena tidak sempat diselamatkan pemilik.

“Aliran air sangat deras. Jalan kampung menjadi sungai berair keruh bercampur lumpur. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, tapi perlu waktu lama untuk membersihkan lumpur dari dalam rumah. Slang pipa air warga juga banyak yang hanyut,” kata Siti Amri.

Melihat kejadian tersebut, Muspika Kecamatan Gringsing turun tangan langsung menangani bencana luapan sungai itu. Seorang pengusaha muda meminjamkan excavator untuk mempercepat pengalihan air di sekitar pondasi jembatan. Air yang mengalir deras dari arah hutan dialihkan ke sungai dengan cara membuat sudetan baru.

Camat Gringsing Rusmanto menjelaskan bahwa bencana ini terjadi dua hari, yaitu hari Senin dan Selasa. Atau sejak hujan deras pada Minggu malam. Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani bencana lebih besar bisa mengancam dan air akan menggenangi Pasar Plelen. “Kami sudah melapor ke PU PPK 1.2 Jalan Nasional yang membawahi jalan di wilayah ini tapi sampai hari Rabu (8/1) belum ada penanganan,” sesal Rusmanto yang basah kuyup mengawasi pengerukan bersama Kapolsek AKP Haryo Deko Dewo dan Danramil 03 Gringsing Kapten CBA Dwi Kistanto.

Sementara itu Kepala PU PPK 1.2 Erwin Winarko belum bisa temui karena sedang keluar. Padahal masyarakat Gringsing berharap ada penanganan secepatnya karena kontur tanah Desa Plelen ada perbedaan ketinggian yang tajam. Selain itu luapan air juga mengganggu arus lalu lintas dan lama-kelamaan bisa merusak aspal. (han/zal)