alexametrics

Bos Kospin Dianggap Beri Keterangan Palsu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Sidang kasus penggelapan dana nasabah Kospin Sejahtera Limpung memasuki pemeriksaan dengan terdakwa utama Mulyanto selaku direktur utama. Namun para korban, mencium banyak kebohongan, dari keterangan yang disampaikan terdakwa disidang, di Pengadilan Negeri Batang, pada Selasa (17/12).

Sidang diketuai oleh hakim Budi Setiawandwi, mencecar banyak pertanyaan seputar penggunaan dan aliran dana nasabah. Seperti, pengucuran dana skala besar milik keluarga terdakwa yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Terdakwa Mulyanto menjawab bahwa aliran dana tersebut sudah diketahui dan disetujui oleh pengurus Kospin yang lain.

Hakim juga menanyakan pengalihan aset yang seharusnya bisa dilelang untuk pengembalian dana nasabah tapi sudah berpindah tangan. Tentang hal ini Mulyanto menjawab bahwa sertifikat gedung Kospin berada di tangan orang Tegal bernama Wahid dan Wahid tidak mau melepas karena khawatir tidak mendapat fee.

Baca juga:  Peci Buatan Santri Dipakai Jokowi

Namun, fakta tersebut dibantah Ketua Paguyuban Korban Kospin Sejahtera Haryanto, pihaknya bisa memberikan bukti bahwa semua keterangan terdakwa bohong dan nanti akan disampaikan di sidang berikutnya. “Terdakwa Mulyanto tidak pernah meminta persetujuan pengurus maupun anggota Kospin ketika mengucurkan dana kepada anggota keluarganya. Kami punya bukti dan saksi untuk mematahkan keterangan itu,” kata Haryanto saat dimintai keterangan.

Untuk itu, pihak nasabah korban Kospin Sejahtera tetap dengan tuntutan semula yaitu dana mereka dikembalikan. “Aset Kospin Sejahtera seperti gedung dan tanah serta perumahan bisa dijual untuk mengembalikan dana nasabah tapi Mulyanto beserta kroni-kroninya selalu berbelit-beli,” lanjut Haryanto.
Untuk diketahui, diprosesnya kasus ini sebab kesabaran nasabah korban sudah habis karena sejak tahun 2016 hanya diberi janji palsu oleh Mulyanto. Dari sekitar 3.000 anggota terhimpun dana Rp16 milyar.

Baca juga:  Tujuh Siswa SD Keracunan

Sebelumnya Kospin Sejahtera sempat berjaya ditahun 2010an. Koperasi ini menggelar produk simpanan dan arisan yang memggiiurkan, sehingga dalam waktu singkat meraih kesuksesan. Namun akhirnya jatuh karena dana nasabah diselewengkan oleh Mulyanto dan kroninya. Gedung Kospin Sejahtera di kompleks terminal bus Limpung masih berdiri megah menunjukkan sisa-sisa kejayaan yang dulu. (han/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya