Tingkatkan Pajak Kendaraan Bermotor, BPPD Gandeng PKK

178
BERPRESTASI: Perwakilan Tim Penggerak PKK dari enam daerah bersama Siti Atikoh Ganjar  Pranowo dan Kepala BPPD Jateng Tavip Supriyanto. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERPRESTASI: Perwakilan Tim Penggerak PKK dari enam daerah bersama Siti Atikoh Ganjar  Pranowo dan Kepala BPPD Jateng Tavip Supriyanto. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Tim Penggerak PKK dari beberapa kabupaten/kota di Jateng diajak berperan serta meningkatkan kepedulian  masyarakat di sekitarnya untuk membayar pajak tepat waktu.  Hal itu ternyata sangat efektif. Terbukti ada peningkatan pembayar pajak kendaraan bermotor di Provinsi Jateng.

Hal tersebut terungkap saat digelar Evaluasi Kerja Sama Tim Penggerak PKK Jateng dalam rangka Meningkatkan Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan oleh Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (12/12).

Kepala BPPD Jateng Tavip Supriyanto mengatakan, dari hasil evaluasi, ternyata sangat signifikan sekali, terutama kerja sama dengan pihak ketiga (TP PKK). Yang ternyata ada hasilnya dalam peningkatan hasil penerimaan pajak Provinsi Jawa Tengah.

“Ternyata dari target kami kepada mereka, hampir 70 persen bisa tertarik pajaknya. Ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Karena itu, BPPD merasa hasil yang cukup bagus ini akan dikembangkan pada 2020. Selain itu, objek dan target wilayah akan ditambah. Akan dipilih spot-spot penunggak pajak besar di Jateng.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar  Pranowo mengatakan, kerja sama ini memang sejak awal ingin agar ibu-ibu mudah berkomunikasi dengan masyarakat di sekitarnya untuk membayar pajak tepat waktu, dan menyosialisasikan cara membayar pajak yang mudah.

“Saya sangat mengapresiasi ibu-ibu PKK, mereka berkontribusi dengan ikhlas dan sabar meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak kendaraan bermotor,” katanya.

Atikoh juga sempat mengajak enam orang TP PKK dari enam daerah untuk menceritakan kegiatan mereka saat sosialiasai pembayaran pajak kendaraan tepat waktu.

”Keenam ibu tadi menjelaskan suka dukanya dalam sosialisasi membayar pajak. Saya juga sangat apresiasi bagi ibu-ibu yang semangat  walaupun ketemu banyak hal yang unik dan keras,” ujarnya.

Pengalaman yang diungkapkan kader PKK ini mulai warga yang sulit ditemui,  pindah rumah, maupun warga yang kurang bersahabat. “Tapi mereka sangat senang bisa bertemu dengan masyarakat secara langsung, sehingga bisa sosialisasi kegiatan lain juga, tidak hanya masalah pajak saja,” katanya.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang yang menjadi terbaik pertama dalam evaluasi tersebut mengaku bangga.

Menurut Ketua TP PKK Kabupaten Batang Uni Kuslantasi, pihaknya merasa senang bisa membantu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan pendapatan pajaknya. “Batang nomor 1 dalam pembayaran pajak di Provinsi Jawa Tengah, kami sangat bersyukur. Ini atas kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Uni juga sempat mengajak tamu dari berbagai daerah untuk menikmati wisata di Kabupaten Batang. “Ibu-ibu yang datang dari berbagai daerah, jangan pulang dulu kalau bisa berwisata dulu. Sebab,  di sini ada Palugada. Apa lu mau gue ada. Ada wisata laut, ada wisata gunung, ada berbagai macam wisata yang bisa dinikmati,” promosinya sambil tersenyum. (han/kom/ida)