alexametrics

Ekspresi Diri, Siswa SLBN Batang Bikin Batik Sakarepe

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Suasana pagi itu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batang cukup ramai. Ratusan siswa berjajar rapi di samping kanan kiri kain putih memanjang. Yang ditata dari depan pintu gerbang hingga bagian belakang sekolah.

Keterbatasan fisik dan indra tidak membuat para penyandang disabilitas ini surut dalam mengekspresikan diri. Mereka mencoba membuat pola batik di atas kain menggunakan malam atau lilin di atas kain sepanjang 120 meter.

Tidak hanya para siswa saja, semua guru ikut andil. Bahkan ada beberapa wali murid yang juga ikut serta membatik. Setelah beberapa saat cairan malam mulai mengering, aktivitas dilanjutkan dengan mencolet kain dengan warna biru, menggunakan potongan busa bekas kursi. “Acara ini dalam rangka memperingat Hari Disabilitas Internasional,” kata Sujarwo, Kepala SLBN Batang Rabu (4/12).

Baca juga:  Fokus Kembangkan Batik Custom

Dipilihnya kegiatan membatik, karena bati merupakan identitas warga Batang, Pekalongan dan sekitarnya. Apalagi banyak siswa yang memiliki skill membatik.  “Hampir semua lulusan kami kerja di bidang batik. Karena selama sekolah salah satu yang kami ajarkan membatik,” ujarnya semangat.

Pihaknya juga telah bekerja sama dengan industri-industri batik maupun pakaian, untuk merekrut siswa lulusan dari SLB Batang. Selain itu, seragam batik sekolah merupakan karya siswa. Jika sebelumnya memiliki tema batik ikat, kini batik ciprat atau batik Sakarepe dewe (Semaunya sendiri0 menjadi tema seragam mereka. “Batik Ciprat atau Sakarepe dewe ini saat ini sedang tren. Karena motifnya random dan tidak bisa diulang, jadi bernilai seni,” imbuhnya.

Baca juga:  Batik Tenun Khas Tedunan Makin Dikenal

Motif batik ciprat, cara membuatnya dengan mencipratan malam atau lilin di atas kain dengan kuas secara random dan bebas sesuka hati. Cara ini berbeda dengan cara membatik menggunakan canting atau cap. Setelah dicolet dan dijemur hingga kering, proses selanjutnya cukup dengan merebus kain. Fungsinya untuk merontokkan atau melorot malam atau lilin tadi. Dan batik sudah siap dibuat menjadi baju. Di sekolah ini terdapat 215 siswa. Mulai ingkat hingga murid SLTA.

Salah seorang murid, Agung Setyabudi, siswa kelas 9 mengaku senang dengan kegiatan membatik.  “Senang dengan kegiatan ini, apalagi saya setiap sore diajari batik. Tadi juga bantu teman-teman,” ujarnya.

Apalagi nantinya karya batik mereka akan digunakan sebagai seragam resmi sekolah. Sehingga mereka semangat, bisa mengenakan seragam batik karya mereka sendiri. (han/zal)

Baca juga:  Berkat Membatik, Bisa Menabung dan Kirim Uang ke Rumah

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya