Yuk Intip…4 Kecamatan di Batang Digenjot jadi Kawasan Wisata

191
SYUKURAN: Salah satu wisata andalan di kabupaten Batang Sikembang Park memeringati hari jadi ketiga yang dirayakan pada Minggu sore (10/11). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SYUKURAN: Salah satu wisata andalan di kabupaten Batang Sikembang Park memeringati hari jadi ketiga yang dirayakan pada Minggu sore (10/11). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Memiliki potensi wisata alam yang menjanjikan, Pemerintah Kabupaten Batang, akan menetapkan Kecamatan Bandar, Reban, Blado dan Bawang sebagai kawasan Wisata alam resmi.

“Pada tahun 2020 kita tetapkan kawasan wisata alam secara dengan membangun tugu Khusus di Bandar. Sebagai pintu masuk kawasan wisata alam di Batang, yatiu Bandar, Reban, Blado dan Bawang,” jelas Bupati Wihaji saat hadir di HUT ke tiga Wanawisata Sikembang Kecamatan Blado, Minggu (10/11).

Keempat kecamatan tersebut, juga merupakan jalur wisata menuju kawan wisata pegunungan Dieng. Serta kini tumbuh subur puluhan wisata alam berbasis masyarakat atau wisata yang dikelola oleh masyarakat setempat.
Agar semakin menarik pengunjung, terlebih terhubung dengan wisata di dua Kabupaten

tetangga yakni Banjarnegara dan Wonosobo yang memiliki potensi wista alam pegunungan Dieng, Pemkab Batang siap mendukung infrastruktur dan fasilitas pendukung.

“Pembangunan ini, juga program pengembangan wisata Batang sebagai heaven of Asia, untuk mendukung visit Batang 2022. Wisata alam yang kita jual, karena potensinya sangat luar biasa dan kii lebih jadi jujugan masyarakat,” sebut Wihaji.

Sebab, wisata alam tidak membosankan, karena masyarakat sekarang lebih cenderung back to nature. Terbukti, seperti Sikembang park, sudad mampu menyedot 6-7 ribu pengunjung per bulan dengan harga tiket Rp 5000. Bahkan salah satu café alam terbaru Forest Kopi, kini omset mencapai Rp 500 juta perbulan.

Kawasan wisata Bandar – Gerlang Kecamatan Blado sudah banyak tumbuh spot – spot wisata dikelola oleh desa, yang akan mampu menggerakan perekonomian dan membuka simpul – simpul ekonomi baru karena didukung infrastruktur mulus, tapi masih hanya kurang lebar sehingga bus besar belum berni masuk.

“Kedepan sebagian pembangunan kita arahkan ke kawasan wisata guna mendukung kerjasama tiga Kabupaten untuk pengembangan wisata Dieng, dan kita siap membakup infstruktur jalan listrik dan jaringan internet dan fasilitas lainya, yang harus didukung semua stakeholder,” kata Wihaji.

Untuk mendukung geliat wisata dan pertumbuhan ekonomi Pemkab genjot pembangun infrastruktur jalan dengan total anggaran mencapai Rp 73 miliar. Nilai anggaran belum mampu mengcover semua jalan karena panjang jalan kabupaten Batang ada 503 kilometer.

“Untuk perbaikan jalan sepanjang 12 km jalan Bandar-Batur Kabupaten Banjarnegara menghabiskan anggaran Rp 2,5 miliar, selesai pengerjaan September lalu,” tandas Wihaji. (han/bas)