alexametrics

Pengusaha Harus Bergerak Atau Tertinggal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Mulai tahun 2020 mendatang Kabupaten Batang akan banyak kedatangan warga kelas menengah baru. Karena akan ada 8 sampai 10 ribu pekerja baru, dari berbagai bidang usaha yang akan segera berdiri di wilayah yang berada di jalus Industri baru ini.

“Kalau pengusaha Batang tidak bergerak, makan akan jadi penonton di negara sendiri. Kebutuhan akan tempat tinggal dan hunian hotel yang layak menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” terang Bupati Batang Wihaji, Jumat (1/10).

Maka, kata Wihaji jangan kaget di tahun 2021 ada banyak industri – industri baru berdiri di Kabupaten Batang, lanjutnya. Bahkan pada awal bulan sampia pertengahan tahun di 2020 sudah ada yang beropersi.
Tumbuhnya industri menjadi lompatan pertumbuhan ekonomi. Dan Batang pertumbuhannya diperkirakan akan diatas Provinsi dan Indonesia yakni sebesar 5.72, karena saat untuk investasi nomor dua di Jateng.

Baca juga:  Berharap Pemuda Batang di Kancah Nasional

Dengan pertumbuhan industri dan ekonomi yang bagus tersebut seharusnya ditangkap oleh masyarakat Batang. Untuk itu, Pemkab memberikan ruang dan melibatkan pengusaha lokal agar tidak menjadi penonton di negeri sendiri.“Saya selalu tegaskan kepada beberapa pengusaha lokal, seperti hotel. Kalau di Batang tidak ada hotel yang bagus, saya akan mengajak investor baru untuk buat di Batang,” ujar Wihaji.

Oleh karena itu, Pemkab sangat sangat menyambut baik para pengusaha lokal, dengan mempermudah segala perijinan yang penting sesuai aturanya. Untuk wilayah industri Pemkab sediakan sekitar 3.500 hektare. Buapti juga menegaskan, jika kedepan ada masalah dalam investasi, baik ijin maupun lainnya bisa langsung lapor kepadanya langsung.”Berdasarkan data dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) nilai investasi yang masuk di Batang mencapai Rp 67 triliun, ini luar biasa,” ujar Wihaji.

Baca juga:  14 Desa Terendam, Batang Siaga Banjir

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Batang Sri Purwaningsih, juga mengatakan pada di tahun 2019 Kabupaten Batang sangat diminati oleh investor yang akan menanamkan modalnya yang meliputi berbagai sektor investasi industri, perumahan, pertanian, peternakan, perdagangan dan pariwisata.

“Bersasarkan data kami sudah tercatat 372 perusahaan yang mendaftar ijin dengan nilai investasi lebih dari Rp 67 triliun. Memang ada beberapa investor mengalami kendala terkait dengan RTRW yang belum di sahkan,” kata Sri Puwaningsih. (han/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya