Usut Izin Penambangan di Wilayah Donorejo

236
TINJAU SALURAN: Wakil Bupati Batang Suyono saat meninjau Sungai Petung di Desa Donorejo, Kecamatan Limpung, yang kering. Diduga akibat galian golongan C Kamis (17/10). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
TINJAU SALURAN: Wakil Bupati Batang Suyono saat meninjau Sungai Petung di Desa Donorejo, Kecamatan Limpung, yang kering. Diduga akibat galian golongan C Kamis (17/10). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Usaha tambang galian golongan C yang beroperasi di sekitar Desa Donorejo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, diduga menjadi penyebab keringnya ratusan hektare sawah petani di empat desa. Oleh karena pitu pemkab akan melakukan cek izin aktivitas galian C di wilayah tersebut.

“Saya mendapat laporan irigasi Sungai Petung tidak lancar, sehingga para petani mengeluh  karena sawahnya mengalami kekeringan. Saya harus melihat langsung penyebab kekeringan,” terang Wakil Bupati Suyono saat meninjau Sungai Petung Kamis ( 17/10).

Benar saja, selain kemaru panjang menurut Suyono, dari hasil pantuan memang harus ada normalisasi sungai agar fungsi sungai bisa optimal dan air mengalir tanpa hambatan.

Menurutnya, bendungan Sungai Petung jika lancar dapat mengairi sawah sekitar 320 hektare di Desa Sempu, Desa Donirejo, Limpung dan Banyuputih. Pemkab akan mengupayakan agar lahan petani terairi sehingga panen sesuai harapan.

Suyono mengatakan, sebenarnya di Perda yang baru ada larangan mengambil batu di aliran sungai, karena untuk menjaga ekosistem alam. Untuk itu, Suyono berharap ada kerja sama rekan pengusaha galian C turut melindungi petani agar sebelum musim hujan untuk segera dinormailasi.

“Saya berharap pengusah galian Gol C bisa membantu agar aliran sungai bisa normal kembali. Karena efek buruknya, Bupati dan Wakil Bupati banyak kritikan masyarakat, dan seakan – akan menerima sesuatu dari para pengusaha,” jelas Suyono.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Batang Triadi Susanto mengatakan, berdasarkan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah No. 7 tahun 2011 Kabupaten Batang, wilayah Kecamatan Limpung, termasuk wilayah Sungai Petung, tidak termasuk wilayah untuk penambangan pasir dan batu.

“Oleh karena itu, kita akan menanyakan usaha galian c, karena yang memiliki kewenangan mengeluarkan izin Pemerintah Provinsi. Maka akan kita koordinasi dengan pemprov,” jelas Triadi Susanto.

Idealnya galian c harus sesuai dan benar dengan syarat tata ruangnya, mengantongi izin serta harus ada kepala teknik tambang yang paham menggali dengan cara yang benar.

“Ada aturan Perda RTRW bahwa di atas bendung sungai minimal jaraknya 1 kilometer dan di bawah bendung 500 meter, tapi yang terjadi malah galian c mendekat bendungan,” ujarnya.

Sementara Pelaksana Penambang  Galian C yang ditemui di lokasi Rofi mengatakan, telah menurunkan sejumlah alat berat untuk membantu normalisasi Sungai Petung.

“Ada bendungan yang memang sudah hancur karena faktor alam dan cuaca yang rencananya diperbaiki oleh pemprov. Namun di musim kemarau ini ada bebatuan yang membendung aliran sungai sehingga menghambat air. Kalau dimintai bantuan untuk normalisasi kami siap membantu,” tandasnya. (han/zal)