alexametrics

Tiga Calon Kades Kampanye Bersama

Anjangsana ke Warga dan Tokoh Masyarakat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG -Sikap sportif ditunjukkan oleh tiga Calon Kepala Desa (Cakades) Yosorejo Kecamatan Gringsing pada kampanye terbuka, Senin malam (23/9) kemarin. Ketiga calon tersebut adalah Restu Setyo Wicaksono (simbol padi), Suprayitno (simbol ketela) dan Mashudie (simbol jagung) mengusung kampanye damai dengan cara yang sulit ditiru desa-desa lain.

Mereka bertiga mengawali hari pertama kampanye dengan mengunjungi warga dari pintu ke pintu bersama-sama diikuti tim sukses (timses) masing-masing. Secara acak, mengunjungi beberapa rumah warga di setiap dukuh. Ketiga calon dan timses, tanpa canggung jalan bersama minta do’a restu kepada warga yang ditemui. “Misi ketiga calon hampir sama. Intinya membawa Yosorejo menjadi maju dan makmur,” seru PJ Kepala Desa Yosorejo, Purmono.

Baca juga:  ASN Jangan Terjebak Pada Rutinitas

Diungkapkan bahwa ketiga calon tersebut sejak lama sepakat untuk saling menjaga. Jika salah satu calon mengadakan kampanye terbuka, maka timses lain menjaga keamanan. “Dulu pertama kali dicetuskan Pilkades tanpa politik uang. Sekarang kampanye bersama,” ucap Puronomo yang mencetuskan ide-ide kampanye damai ini.

Sejak awal pendaftran calon kades, Purnomo sudah menggembleng sikap netral panitia dan para calon. Awalnya, diakuinya, sulit mengubah mindset masyarakat tentang Pilkades, yang merasa lumrah menyebar amplop. “Tapi ini semua bisa berubah, karena pola pikir masyarakat sudah maju dan kritis,” kata Purmono saat mendampingi ketiga calon anjangsana ke tokoh masyarakat H Muslih bersama para calon kades.

Desa Yosorejo awalnya menjadi satu dari tiga desa yang masuk zona merah di Kecamatan Gringsing. Yakni, rawan terjadinya gesekan. Tapi semua itu dijawab masyarakat Yosorejo dengan kemauan dan usaha keras, demi kedamaian menjadikan Pilkades sebagai pesta rakyat yang menggembirakan.

Baca juga:  Pemkab Batang Bisa Awasi Obat Makanan Mandiri

Hebatnya lagi Yosorejo menjadi desa yang taat peraturan. Pemasangan foto ataupun tanda gambar peserta dilaksanakan serentak pada 23 September pukul 00.01 sebagai tanda dimulainya kampanye. Sebelum itu, tidak ada satupun gambar terpasang.

Purnawirawan AKBP H Muslih, yang merupakan tokoh masyarakat setempat, pernah menjabat Kasubbagbinopsnal Polda Jateng mengibaratkan Desa Yosorejo telah bermetaforsis from zero to hero. “Selayaknya Pilkades maupun pemilu lainnya menjadi ajang demokrasi yang sesungguhnya karena semua bertujuan untuk kebaikan,” kata Muslih kepada rombongan calon kades dan timses yang berkunjung ke rumahnya.

Di tempat terpisah Camat Gringsing Rusmanto memberikan apresiasi kepada masyarakat Yosorejo, panitia dan ketiga calon atas kesepakatan ini. Sejak awal, dirinya berharap nantinya masyarakat mematuhi peraturan pemerintah terkait penyelenggaraan Pilkades tanpa politik uang. “Jika pemilihan kades ini bersih dari politik uang, maka Kades terpilih akan bekerja tanpa perlu memikirkan uang yang seharusnya dikeluarkan,” tandasnya. (han/adv/ida)

Baca juga:  Kapolda : Jangan Berlebihan Merayakan Kemenangan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya