Batang Sukses Sabet WTH

196
WISATA DAN INVESTASI : Bupati Batang Wihaji mengembangkan dunia pariwisata di Batang untuk menarik investasi yang akhirnya menyejahterakan masyarakat.(LUTFI HANAFI /RADARSEMARANG.ID)
WISATA DAN INVESTASI : Bupati Batang Wihaji mengembangkan dunia pariwisata di Batang untuk menarik investasi yang akhirnya menyejahterakan masyarakat.(LUTFI HANAFI /RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Setelah berjuang selama lima tahun ikut dalam penilaian Wahana Tata Nugraha (WTH), Kabupaten Batang berhasil mendapatkan penghargaan tersebut di era kepemimpinan Bupati Batang Wihaji dan Wakil Bupati Suyono.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta Convention Center pada Minggu (15/9) malam dan diterima oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono dan Kasat Lantas Polrea Batang AKP Ferdy Kastalani.

Wahana Tata Nugraha merupakan penghargaan bagi kota-kota yang mampu menata transportasi dengan baik, penghargaan ini diberikan setiap dua tahun sekali. Perhargaan tersebut menjadi yang pertama kalinya, setelah sejak tahun 2014 lalu berusaha untuk meraih penghargaan yang merupakan satu-satunya penghargaan perhubungan dalam pengelolaan transportasi yang baik.

“Terimakasih kepada semua stakeholder yang telah mendukung dalam menata transportasi di Kota Batang, sehinga Batang sebagai salah satu kota yang mendapatkan penghargaan WTH,” kata Bupati Wihaji.

Meraih penghargaan kata Bupati bukan perkara mudah, karena harus memenuhi persayaratan penilaian dari salah satu indikatornya yakni lalu luntas pengunaa jalan tertib dan lancar.”Tata kelola jalannya harus sesuai dengan standar operasional prosedur,” ungkap Wihaji.

Kepala Dinas Perhubungan Batang, Murdiyono menjelaskan, penilaian penganugerahan WTN sendiri dilihat dari keselamatan, kendaraan laik jalan, sarana transportasi, dan orang yang berkeselamatan itu sendiri. Artinya ketertiban pengguna jalan di jalan raya dan ketika parkir turut menjadi point  penilaian. Selain itu, kelayakan jalan, tingkat kecelakaan, dan penanganan jalan ikut menjadi dasar penilaian.

“Tidak hanya itu, inovasi dan kreativitas daerah dalam menata manajemen trasportasi juga ikut menjadi poin penilaian. Selain itu, manajemen dalam uji kelayakan kendaraan juga ikut menjadi sorotan oleh pihak Kemenhub dalam memberikan penilaian. Dan Alhamdulillah, dari semua kriteria yang masuk poin penilaian serta setelah melalui peninjauan lapangan dan juga paparan di Kemenhub, Kabupaten Batang dinyatakan layak untuk mendapat penghargaan WTN,” jelas Murdiyono. (han/bas)