alexametrics

BPI Berbagi Ilmu Kelistrikan lewat Buah Jeruk

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BATANG—Murid SDN Ujungnegoro 1, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, terperangah melihat buah jeruk lemon menghasilkan energi listrik. Apalagi, mereka bisa mempraktikkan langsung, bagaimana caranya buah jeruk bisa mengalirkan listrik dan menyalakan sebuah lampu LED.

Gilang Ramadhan, siswa kelas 5 SDN Ujungnegoro 1, yang mengikuti program Kelas Jepang yang dilaksanakan oleh Community Relation PT Bhimasena Power Indonesia (PT BPI). mengaku, baru kali ini mengetahui buah jeruk memiliki daya listrik.

“Saya kaget dan sekaligus senang, karena bisa mendapatkan pengetahuan baru tentang listrik. Apalagi diajarkan bagaimana cara membuat listrik dari buah jeruk, yang biasa dimakan,” ucapnya Kamis (29/8).

Dia dan teman-temannya bisa melihat dan praktik langsung, bagaimana lampu led bisa nyala ketika dihubungkan dengan kabel yang tertancap di buah jeruk yang udah dibelah menjadi dua.

Baca juga:  Perbakin Gelar Kejuaraan Menembak Pertama di Batang

Pengetahuan mengenai listrik yang disampaikan salah satu tenaga ahli PLTU Jawa Tengah 2 x 1.000 MW dari Jepang, Kazuki Kamio, mampu menarik antusiasme siswa.

“Listrik sangat penting untuk kehidupan sehari-hari, sehingga semua orang harus mengerti bagaimana cara membuat listrik, termasuk para siswa dan siswi SD Negeri Ujungnegoro 1,” jelas Kazuki Kamio.

Untuk mengenalkan listrik kepada para siswa SD, pihaknya menggunakan cara yang mudah diterima. Seperti halnya jeruk lemon, kemudian listrik dengan tenaga angin menggunakan mainan tiup kincir angin dan gerakan mainan dengan tangan yang cepat, sehingga menghasilkan listrik, dan bisa menyalakan lampu.

Sementara itu, GM External Relation PT BPI Ary Wibowo menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi pembangunan PLTU Batang dengan menggunakan media edukasi yang menyenangkan langsung dari ahlinya.

Baca juga:  Gelontor Rp 50 M untuk Modal KUR Petani

“Kami berharap, kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh para siswa, serta pihak sekolah untuk menambah wawasan dan pengetahuan dengan budaya, alam, teknologi, dan lainnya, yang tidak didapatkan dari kurikulum sekolah yang ada,” tandas Ary Wibowo. (han/zal) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya