Sepakat RS Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih

151

RADARSEMARANG.ID – BATANG – Rumah sakit sudah sering dicap menjadi lembaga sarang korupsi dan pegawai yang ribet birokrasi ya. Hal ini ini akan ditampik oleh pemerintah kabupaten Batang, dengan menandatangani komitemen zona integritas wilayah Bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih serta melayani (WBBM), di rumah sakit Umum Daerah setempat, RSUD Kalisari.
Penandatanganan langsung dilakukan oleh Bupati Batang Wihaji dan Direktur Rumah Sakit Daerah Kalisari Batang dr Bhekti Mestiadji, di halaman RSUD Kalisari Batang Rabu (21/8/2019).
Tampak hadir pula Wakil Bupati Batang Suyono, Wakapolres Batang Kompol Hartono, dan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Batang Dista Anggara.
Bupati Wihaji mengatakan bahwa sudah menjadi hal wajib bagi semua intitusi pemerintahan berkomitmen membangun zona integritas, yakni bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih serta melayani.
“Saya bangga dan senang adanya komitemen WBK dan WBBM di RSUD Kalisari Batang, sebagai pelayanan dasar masyarakat yang tidak hanya sitemonial saja tapi benar benar diaplikasikan,” kata Wihaji.
Komitmen ini, seru Bupati harus terus jalankan bahkan harus lebih baik lagi, dari sebelum dicangkanya zona WBK, WBBM dan sesudah harus ada kejelas lebih serius.
“Zaman sudah berubah dan masyarakatnya sekarang pintar dan kritis, maka harus terus melakukan inovasi dan kreatif dalam pelayanan yang cepat, tepat dan sederhana, namun sesyai dengan standar operasional prosedur kesehatan,” jelasnya.
Wihaji juga menghibau kepada jajaran RSUD yang harus tetap mendengarkan saran dan kritik masyarakat dalam segi pelayanan, karena hal tersebut sebagai bagian dari perbaikan dalam pelayanan.
“Jangan anti kritik, karena disini orang sakit semua yang butuh perhatian, senyuman dari petugas rumah sakit, dari satpam, perawat, bidan dan dokternya bahkan perugas kebersihanya,” kata Wihaji.
Sementara direktur RSUD Kalisari Batang dr Bhekti Mestoadji menjelaskan, Rumah sakit berusaha berbenah untuk menjadi rumah sakit yang bersih dan melayani sepenuh hati, oleh karena itu pihaknya memilih komitmen membangun zona WBK dan WBBM.
“Dari 700 jumlah karyawan RSUD, kita telah memilih 13 orang untuk menjadi kader agen perubahan yang menjadi teladan untuk berprilaku baik, disiplin, dan taat terhadap peraturan dan perindang – undangan,” jelas dr. Bhekti Mestiadji.
Oleh karena itu, kami harapkan dengan adanya zona ini bisa merubahpola pikir semua jajaran RSUD, bahwa kita sudah bersumpah untuk membwriakan pelayanan yang terbaik atai prima.
“RSUD terus melakukan Akreditasi rumah sakit merupakan sebuah proses penilaian dan penetapan kelayakan rumah sakit berdasarkan standar pelayanan yang telah ditetapkan oleh lembaga independen akreditasi Kementerian Kesehatan,” tandasnya.(han/sas)