Terjunkan Penyidik, Kumpulkan Data KSP

365

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Polres Batang menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan di kantor Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Limpung Kabupaten Batang Rabu (7/8). Penyidikan dipimpin langsung Ipda Yonanta.

Penyidikan ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti tambahan supaya proses berjalan lancar dan menetapkan tersangka. Nasabah yang mendengar adanya penyidik melakukan pemeriksaan, banyak yang datang untuk melihat dan berkerumun di depan gedung berantai tiga di kompleks terminal bus Limpung itu.

Dari pantuan di kantor KSP Sejahtera, penyidik menyita satu unit komputer utama yang berisi data nasabah dan jumlah keluar masuknya transaksi.
Di luar gedung sekelompok nasabah korban terutama ibu-ibu mulai berteriak minta direktur utama KSP, Mulyanto, untuk membayar simpanan mereka tapi dapat ditenangkan oleh koordinator lapangan.

Ipda Yunanta menjelaskan bahwa kepolisian terus bertindak mengungkap kasus tersebut. Menanggapi kekhawatiran korban tentang adanya data yang sengaja dihilangkan, Ipda Yunanta mengatakan Polri mempunyai alat untuk memunculkan data itu lagi.

“Polisi tidak bisa serta merta menerapkan Mulyanto sebagai tersangka karena harus melalui proses. Hari Jumat (8/8) depan Polres akan gelar perkara setelah itu baru status tersangka bisa dikenakan,” jelasnya.

Penyidikan akan dilakukan secara bertahap. Yang pertama untuk program Simpanan Keluarga Cantik Sejahtera 4 dengan tuntutan sejumlah Rp 3,5 miliar dari 700 anggota. Setelah ini selesai baru melangkah ke kasus lainnya.

Lebih lanjut Yunanta menambahkan pengambilan barang bukti kali ini masih kurang Surat Pengangkatan Mulyanto sebagai direktur KSP. Mulyanto mengatakan sedang dicari dan akan diserahkan ke Polres.

Deni, seorang koordinator nasabah korban mengatakan direktur KSP sudah tidak punya itikad baik karena selama empat tahun hanya memberikan janji dan mengulur waktu.

“Empat tahun kami dikibuli Mulyanto dengan janji palsunya. Kami masyarakat kelas bawah yang hidupnya susah. Teganya Mulyanto tidak mengembalikan uang simpanan kami,” kata Deni geram.

Kegeraman Deni dan nasabah yang lain beralasan karena sehari sebelumnya Selasa (6/8) ada seorang nasabah menemukan berkas-berkas yang dibakar oleh petugas KSP di samping halaman gedung. Sebagian bisa diselamatkan antara lain buku Rapat Anggota Tahunan 2013. Barang bukti ini sekarang disimpan koordinator korban dan akan diserahkan ke kepolisian apabila diperlukan.

Direktur KSP Sejahtera Limpung Mulyanto menyangkal pihaknya lepas tangan. Dia beralasan sedari awal selalu berusaha mencari jalan agar simpanan nasabah bisa segera dikembalikan.

“Kami juga sedang mengajukan proposal kepada Bank Mandiri untuk melakukan terobosan baik itu menjual aset, akuisisi ataupun pinjaman. Sertifikat gedung KSP masih ada di tangan kami,” kata Mulyanto sambil menunjukkan sertifikat.(han/zal)