Target Lima Desa Tanpa Money Politic

521
RAPAT PILKADES: Sejumlah pimpinan Forkopimda Kabupaten Batang, saat menggelar rapat koordinasi dalam rangka pemilihan kepala desa serentak Kamis (1/8). (Lutfi Hanafi /RADARSEMARANG.ID)
RAPAT PILKADES: Sejumlah pimpinan Forkopimda Kabupaten Batang, saat menggelar rapat koordinasi dalam rangka pemilihan kepala desa serentak Kamis (1/8). (Lutfi Hanafi/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, BATANG – Pemilihan 206 kepala desa (Pilkades) di 15 kecamatan Kabupaten Batang, akan digelar serentak pada 29 September 2019. Dalam pilkades nanti, pemkab menargetkan lima pemilihan tidak menggunakan money politic.

“Target minimal kita lima desa, tapi diharapkan bisa lebih banyak lagi,” kata Bupati Batang Wihaji usai rapat koordinasi persaiapan Pilkades di aula kantor bupati Kamis (1/8).

Untuk menjaga stabilitas kemanan dan kondusivitas pelaksanaan Pilkades. bupati berharap ada koordinasi antar instansi ataupun Forum Koordinasi Pimpinan Daerah hingga level kecamatan dan desa.

Koordinasi, komunikasi harus terus dilaksanakan baik secara formal maupun nonformal, untuk mencari titik celah apabila regulasi yang belum kita siapkan ada solusinya.

“Ini untuk memberikan kepastian agar permasalahan sekecil apapun bisa dicarikan solusinya dari setiap tahapan pilkades sampai penetapan pemenang,” jelasnya.

Ketua DPRD. Batang, Imam Teguh Raharjo mengatakan, yang terpenting dari pelaksanaan Pilkades yaitu antisipasi konflik sejak dini agar kondusivitas tetap terjaga.

“Saya harap pilkades serentak ini berlangsung secara arif dan bijak. Jangan sampai menimbulkan kerugian bagi kita semua,” harap politikus PDIP ini.

Ia pun meminta dalam pilkades serentak ini, panitia pemilihan harus menyesuaikan dengan aturan yang ada, pastikan warga yang sudah memilik hak pilihnya masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), dan berpedoman pada teknis pelaksanaan pilkades sehingga tidak timbul permasalahan.

Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, juga meminta koordinasi berbagai pihak terus dilakukan untuk menjaga kondusivitas. “Koordibasi penting untuk membahas dan mengkonsep pelaksanaan Pilkades serentak, Karena waktu kita sangat singkat,” pinta Kapolres.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Agung Wianu Barata mengatakan, dalam aturan perundang – undangan pilkades memang belum ada yang mengatur larangan money politic, namun demikaian akan dikoordinasikan dan komunikasikan dengan penegak hukum. Namun secara secara lisan, ada enam desa yang mengajukan diri pada  pilkades besok tanpa money politik.

“Ada enam desa yang mengajukan diri no money politik. Yang meliputi Kecamatan Wonotunggal Desa Kreo,Sodong, Kecamatan Tulis Desa Siberuk, Kecamayan Subah Kemiri Barat, Kecamatan Gringsing Desa Yosorejo, Kecamatan Reban Desa Reban,” jelas Agung Wisnu Barata. (han/zal)