HUT Jateng, Ganjar dan Taj Yasin Flashmob

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Tengah tak hanya dirayakan masyarakat Jateng. Masyarakat dari beragam suku dan etnis di Nusantara pun ikut bergembira, merayakan hari ulang tahun Provinsi Jateng ini. Upacara peringatan HUT digelar di halaman kantor Gubernur Jateng, Senin (15/8). Istimewanya, masyarakat dari beragam suku dan etnis pun ikut dalam barisan peserta upacara.

Mereka mengenakan pakaian adat dan membawa berbagai makanan khas untuk Ganjar. Tak hanya itu, Ganjar, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Sumarno, serta sejumlah kepala OPD ikut flashmob menari bersama dengan iringan gamelan tembang Gugur Gunung. Mengenakan busana Jawa, para pejabat itu berbaur dengan masyarakat tanpa ada sekat.

Ganjar mengatakan, ulang tahun Provinsi Jawa Tengah tahun ini dirayakan dengan sederhana. Namun di tengah kesederhanaan itu, ternyata banyak yang datang dan berkontribusi. Ada perwakilan dari masyarakat Papua, Sumatera Barat, Dayak, Bugis, Riau, Jawa, hingga etnis Tionghoa. Bahkan, mereka pun membawa oleh-oleh makanan khas dari daerahnya. Seperti masyarakat Papua yang membawa makanan khas ubi tumbuk. “Tadi ada Sumatera Barat, etnis Tionghoa, dan lainnya. Keberagaman kita tunjukkan hari ini dan kami senang semua bisa berkontribusi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga berpesan kepada seluruh jajaran Pemprov Jawa Tengah dan pemkab/pemkot untuk menjaga integritas. Melayani masyarakat dengan tulus dan jujur, menghentikan semua praktik buruk seperti korupsi dan jual-beli jabatan. Kasus yang menimpa Bupati Pemalang, kata Ganjar, menjadi peringatan keras bagi semua untuk menghentikan dan menjauhi praktik buruk dan busuk. Dia menyebut, praktik korupsi merupakan pengkhianatan terhadap kerja keras wong cilik.

“Kami mengingatkan diri kami sendiri, di kabupaten/kota juga kita ingatkan, hentikan semua praktik buruk, hentikan korupsi. Jual-beli jabatan itu terdengar di mana-mana ceritanya, maka saya ingatkan kepada teman-teman yang lain untuk menghentikan sekarang atau ditangkap. Ini yang saya sampaikan dengan keras tadi agar semuanya benar-benar peduli,” tegasnya.

Baca juga:  Langkah Kaki Misterius di Bekas Pabrik Gas
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Sekda Sumarno ikut flashmob menari bersama masyarakat beragam suku dan etnis saat peringatan HUT ke-72 Provinsi Jateng di halaman kantor gubernuran, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Ganjar kemudian bercerita tentang kisah petani-petani bawang putih di Kabupaten Tegal. Meski berkali-kali produknya kalah saing dengan bawang impor, namun mereka tetap semangat dan komitmen bertanam. Semangat ini, menurut Ganjar, adalah sesuatu yang patut ditiru. Sekaligus menjadi pengingat bagi para pejabat, bahwa marwah jabatan adalah untuk melayani rakyat. “Saya nggregel (haru) saat mendengar cerita petani bawang putih di Kabupaten Tegal. Bertahun-tahun mereka dihajar habis oleh bawang putih impor. Tapi mereka tidak menyerah. Jika petani kita berani berjuang habis-habisan, kita dosa besar jika hanya diam saja,” ungkapnya.

Maka dari itu, lanjut Ganjar, hari ini seharusnya mulai bicara soal banyak prestasi. Misalnya, penghargaan yang diterima Presiden Joko Widodo dari Lembaga Riset Beras Internasional (IRI) di Filipina,  karena tiga tahun tidak impor beras. Artinya, ketahanan pangan kita sangat kuat hari ini. “Kalau itu bisa kita terjemahkan sampai tingkat daerah, maka kita pun bisa mencoba memberikan praktik-praktik baik dan prestasi baik,” ujarnya.

Baca juga:  Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi untuk Ulama dan Tokoh Lintas Agama di MAJT

Di Jawa Tengah sendiri banyak praktik-praktik baik yang sudah dikakukan. Terbaru adalah pengendalian inflasi yang baik, karena kerja sama semua pihak. Kemudian, ada learning center bawang putih di Tegal untuk meningkatkan produktivitas komoditas bawang putih sebagai upaya menjaga ketahanan pangan.

Ganjar juga mengatakan, kerja keras Pemprov Jateng menyejahterakan rakyat adalah dengan serius dan komitmen membangun berbagai sarana. Infrastruktur jalan satu di antaranya. Dari 2.404 kilometer jalan provinsi, 90 persen di antaranya dalam kondisi baik. Hingga akhir tahun ini, minimal 95 persen jalan milik provinsi dalam kondisi baik.

Kondisi pertumbuhan ekonomi Jateng pun mengalami peningkatan dari 5,12 persen di kuartal I menjadi 5,66 pada kuartal II 2022. Ekspor Jateng meningkat 41,02 persen dari USD 780 juta menjadi USD 1,1 miliar. Ini diikuti dengan capaian impor yang menurun sebesar 18,12 persen, dari USD 1,33 miliar menjadi USD 1,09 miliar. Tingkat Inflasi pun turun sebanyak 0,69 persen dari semula 4,97 menjadi 4,28 persen. “Ini ikhtiar kita. Sekali lagi kita musti layani masyarakat dengan baik, jangan hianati mereka,” tandas Ganjar.

Ia mengajak ilmuwan untuk ambil peran membantu petani dalam mendongkrak sektor pertanian dan mewujudkan kedaulatan pangan di Jateng. Sehingga Jateng dapat mengoptimalkan potensi menjadi lumbung pangan dunia. “Bukan cuma beras, potensi pangan alternatif kita sangat banyak sekali,” tegas Ganjar. Termasuk di antaranya, porang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, singkong, dan sagu. Akan tetapi, kata dia, saat ini Jateng baru mampu memproduksi jagung 3,5 juta ton per tahun, singkong 3 juta ton per tahun, dan ubi jalar 140 ribu ton per tahun. “Saat ini kita juga menggenjot pertanian sorgum, yang produktivitasnya bisa mencapai 9 ton per hektare,” imbuhnya.

Baca juga:  Solahudin Tewas di Tangan Kakak Ipar

Pada momentum HUT kemarin, jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-72 Provinsi Jateng secara langsung kepada Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen. Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi menyerahkan buket bunga segar yang didominasi warna merah kepada Ganjar. Selain itu, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto menyerahkan koran edisi khusus HUT Jateng. “Semoga di ulang tahun ke-72 ini, rakyat Jateng semakin sejahtera. Gumregah bareng gayeng,” kata Baehaqi.

Gubernur Ganjar tampak surprise. Ia yang habis menari bersama warga beragam etnis dan suku menerima koran ini di kantor gubernuran. “Terima kasih teman-teman Jawa Pos Radar Semarang yang selama ini sudah memberikan support dan pemberitaan positif terhadap pembangunan Provinsi Jateng,” ujar Ganjar. (taf/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya