Kenalkan Batik ke Siswa Sekolah, Karyanya Dipakai Ibu Negara dan Jajaran Menteri

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sejak 2009, Siti Kholifah mengenalkan batik di berbagai tempat. Produknya kerap tampil di acara fashion show ternama termasuk Semarang Fashion Show 2022. Bahkan ibu negara hingga jajaran menteri mengenakan karyanya pada peringatan Hari Ibu beberapa tahun lalu.

Perempuan kelahiran 1969 yang akrab Olif ini telah akrab dengan berbagai motif batik sejak kecil. Keluarganya merupakan pemakai kain batik di kesehariannya. Ia pun tertarik untuk terjun ke dunia batik.

Pada 2007 Olif mengikuti pelatihan batik yang digelar Pemkot Semarang. Usai pelatihan ia langsung memulai produksi. Hasilnya dititipkan rekan saat ada pameran di Jakarta dan habis terjual.

Olif tak selalu mengikuti pakem batik lama. Ia terus mencoba mengembangkan motif produk dan melahirkan tren baru dalam dunia fashion. Biasanya, inspirasi ia peroleh dari realita kehidupan yang dijumpai sehari-hari.

“Kadang melihat ubin retak, bulu ayam, daun asem, bahkan hujan, saya terpikirkan sepertinya bagus dituangkan dalam kain,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya batik bukan saja soal pakem motif yang sudah lama ada. Namun proses seni secara keseluruhan. Setelah beberapa tahun bergelut dengan produksi batik, pada 2009 ia mulai mengajar ke lingkungan sekolah.

Baca juga:  Pemuda Asal Demak Ini Bertahan Hidup dengan Brand Tribal Cloth di Medsos

Olif menilai, kala itu batik belum menjadi tren budaya yang digandrungi masyarakat. Sebagai pencinta batik, ia terdorong untuk mengenalkan batik mulai dari anak-anak. Misinya juga dilakukan dengan menggelar mini workshop saat mengikuti pameran. “Saya buka workshop kecil-kecilan bayar Rp20.000 untuk membatik di selembar kain, jadi mereka punya pengalaman, oh begini tho susahnya membatik,” ungkap warga Banyumanik itu.

Beberapa tahun silam ia mendapat kesempatan mengikuti pameran produk ke Singapura sekaligus mewakili pelaku UMKM Kota Semarang. Di samping itu, produknya telah berkeliling dunia dibawa Pemkot ke Dubai hingga Eropa.

Setelah terjun ke sekolah, Olif diminta mengajar pelatihan profesional oleh Pemkot pada 2011. Ia mengabdikan diri di tempatnya belajar. Kemudian 2014, Balatkop Jateng ikut menarik perempuan berbakat itu sebagai instruktur. Sampai saat ini Olif kerap diundang mengisi workshop di luar kota. Meski begitu, ia tetap menghasilkan karya-karya baru di tengah kesibukan jadwal pelatihan. Ia bahkan mulai mendesain pakaian ready to wear. “Saya pakai sendiri terus banyak temen yang usul, mbok bajunya dijual, jangan dipakai sendiri, gitu,” cerita Olif.

Baca juga:  Musim Kemarau Jateng Diprediksi Bulan Mei

Jiwa seni dan pembelajar yang dimilikinya menegaskan tak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu. Ia mulai belajar pada desainer ternama di Kota Semarang. Lalu bergabung di Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 2020 setelah melewati banyak proses kurasi. “Dulu pas baru gabung IFC 2020 ikut fashion show ke Makassar,” imbuhnya.

Saat Semarang Fashion Show 2022 ia mendesain 11 pakaian dan membuat motif batik dalam waktu dua bulan. Hasilnya sembilan pakaian perempuan ditampilkan pada acara fashion show yang dibuka Istri Gubernur Jateng Atikoh Ganjar Pranowo.

Ia mengambil tema “Anteping Ati” atau keteguhan hati. Tema tersebut sengaja dipilih untuk mengapresiasi perempuan yang berhasil melewati masa sulit pandemi. Ia menuangkan dalam motif puzzle berwarna pastel yang saling menguatkan. “Yang selalu saya tanamkan saat membuat baju, saya tetap pengen menonjolkan batiknya,” terang Olif.

Baca juga:  26 Kafilah Jateng berlaga di Seleksi Tilawatil Quran Nasional XXVI

Beberapa kali saat acara Denok Kenang Kota Semarang kain batiknya juga kerap dikenakan para finalis. Lalu Olif berkesempatan memamerkan produknya dalam fashion show pada ajang bergengsi itu.

Apresiasi Pemkot juga ditunjukkan dengan memilih produknya untuk dijadikan cenderamata bagi tamu besar pada kunjungan kerja ke Kota Semarang. Saat peringatan Hari Ibu Nasional produknya bahkan dipilih untuk dikenakan Ibu NegaraIriana Joko Widodo beserta jajaran menteri perempuan.

Ia tak pernah merasa tersaingi oleh murid-muridnya yang sukses menjadi pengusaha batik sekarang. Olif justru menjalin kerja sama dengan mereka saat pihaknya menerima orderan partai besar. Ia justru memiliki akses tenaga kerja tambahan yang berbakat dari hasil didikannya.

“Semuanya itu bisa dipelajari asal sungguh-sungguh dan ada kemauan besar. Kuncinya jangan mudah menyerah,” pesan pemilik Wastra Batik itu. (taf/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya