Akhir 2022, Pengembangan Stadion Jatidiri Selesai

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Kompleks Stadion Jatidiri menjadi proyek monumental di era Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Hingga kini pengembangan terus dilakukan. Pemerintah menargetkan pengembangan Stadion Jatidiri ini rampung akhir 2022.

Sudah beberapa kali, Stadion Jatidiri dipakai laga kandang PSIS Semarang. Baik saat laga ujicoba, pertandingan Piala Presiden, maupun Liga 1. Hampir setiap kali bertanding, suporter penuh. Stadion kebanggaan warga Jateng ini pun penuh gegap gempita.

Menurut Kepala Balai Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (BPPLOP) Jawa Tengah Cicilia Eni Kurniati, sampai saat ini stadion berkapasitas 20 ribu-40 ribu penonton ini memang belum selesai 100 persen. Masih ada pengembangan di dalam stadion.

“Masih ada pengembangan lagi. Seperti kursi, toilet ramah difabel, dan penambahan tribun VIP menjadi dua tempat, di tribun timur dan barat,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Kantor BPPLOP Jateng, Jumat (12/8).

Ia menambahkan, kawasan stadion dibangun dengan ramah difabel, baik toilet, tribun, dan kawasan lainnya. Mengenai item pekerjaannya pada tahun ini fokus untuk penyelesaian stadion. Disamping itu juga penataan ruangan serta pengadaan scoring board, tata suara dalam gedung, dan kawasan lain yang mendukung stadion.

Baca juga:  Tim Sepakbola Jateng Kesulitan Lapangan Latihan

Pihaknya juga mengatakan landscape stadion akan dikembangkan dengan penataan drainase, penataan jalan, tempat parkir, serta lampu penerangan jalan umum (PJU). “Harapannya akhir tahun 2022 ini pengembangan stadion sudah selesai,” katanya.

Eni –sapaan akrabnya—menyampaikan, tribun stadion dapat menampung 20 ribu orang dengan kursi single seat. Sementara jika kursi dilepas dapat menampung 40 ribu orang. “Seperti dari pihak PSIS kemarin melalui surat resmi berkenan agar kursi dilepas agar suporter bisa melakukan koreografi. Akhirnya kami lepas dahulu,” ujarnya.

Pada 18 Agustus mendatang, Stadion Jatidiri akan dipakai pertandingan Liga 1 antara PSIS Semarang melawan Persik Kediri. Sementara pada 21-22 Agustus mendatang, stadion akan digunakan untuk seleksi Pra Popnas dalam menjaring atlet berprestasi. “Event besar belum ada, terakhir ASEAN Para Games menggunakan kolam renang,” tambahnya.

Baca juga:  Dekatkan Layanan Masyarakat, Ganjar Resmikan Resmikan Mal Pelayanan Publik Ke-13 di Jateng

Sebanyak 25 cabang olahraga di bawah naungan BPPLOP berada di kawasan Jatidiri. Seperti gor, stadion sepakbola, voli putra dan putri, basket, renang, sepak takraw, tinju, gulat, tenis meja, panahan, balap sepeda, dan lainnya.

Sementara untuk lintasan atletik sudah ada sertifikat internasional dari International Accreditation Forum (IAF). Pihaknya masih menunggu sertifikat untuk jenis atletik yang lain. Ke depan, stadion masih menunggu sertifikat turun untuk standar ASEAN, kemudian kolam renang, lapangana tenis, dan sepatu roda.

“Tempatnya sudah berstandar internasional, sudah digunakan di ajang internasional juga. Tapi, kami masih menunggu sertifikat itu untuk turun kemungkinan tahun depan,” akunya.

Anggaran yang digelontorkan pun tidak sedikit. Awal renovasi pada 2016, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 25 miliar, sementara untuk tahun 2017 sebesar Rp 55 miliar. Pada 2018 meningkat menjadi Rp 84 miliar, lalu tahun 2019 paling tinggi Rp 139 miliar, tahun 2021 sebesar Rp 61 miliar, dan tahap ke enam pada 2022 ini sebesar Rp 87 miliar.

Baca juga:  700.000 Orang Masuk Jateng Sebelum Ramadan

“Tahun 2020 kita kosong tidak ada pembangunan. Seharusnya stadion ini rampung akhir 2021. Karena pandemi, akhirnya mundur menjadi tahun ini,” ungkapnya.

Menurut Eni, dengan anggaran Rp 87 miliar ini, bisa melakukan pembangunan serta perawatan secara maksimal. Baginya, perawatan rumput menjadi perawatan yang cukup mahal. Selain harus disiram setiap hari, rumput juga harus dibersihkan dan dicek ketebalannya. “Perawatan tergantung dengan dana APBD. Berapapun dananya akan kita maksimalkan,” katanya.

Meski dana peralatan dinilai kurang, pihaknya terus mengupayakan agar stadion dan cabor lain tetap terjaga, dan siap ketika digunakan untuk bertanding. “Meski sedikit dana yang ada kita bagi rata, agar perawatan tetap berjalan maksimal,” ujar Eni.

Pihaknya berharap dari segi tempat dan atlet bisa diandalkan di tingkat nasional maupun internasional. “Saat ini, kita diarahkan untuk ikut olimpiade. Prestasi PON dan SEA Games hanya perantara saja,” pungkasnya. (kap/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya