alexametrics

Jambore Nasional XI 2022 di Cibubur, Kontingen Pramuka Jateng Siapkan Atraksi Seni Budaya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah (Jateng) memberangkatkan 740 kontingen Pramuka ke Jambore Nasional XI 2022 dan Peringatan Hari Pramuka ke-62 di Cibubur pada puncak Hari Pramuka Minggu (14/8).

Sebanyak 560 Pramuka Penggalang Garuda dari 35 Kwarcab, 4 Pramuka Berkebutuhan Khusus, 82 pembina pendamping, 30 panitia pengiriman kontingen, dan sisanya peserta tambahan pengganti Kwarcab luar Jawa yang tidak mengirim kontingennya ke Jamnas.

Kontingen Jateng juga diberi kepercayaan sebagai pelaku Atraksi Gelar Seni Budaya dan Keterampilan Pramuka pada pembukaan ajang bergengsi tersebut. Yakni terdiri atas 272 Penggalang Garuda, Peserta Jambore Nasional dari 17 Kwartir Cabang di Binwil Banyumas, Binwil Pekalongan dan  Binwil Kedu.

Atraksi itu memadukan tari tradisional se-Indonesia, keterampilan semaphore, kolone tongkat, pionering membuat menara bambu, jembatan, perahu dan keterampilan mendirikan tenda. Lalu didukung oleh gerak padu umbul-umbul yang bercorak kain batik dari seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga:  Jabatan Sekda Jateng Dilelang, Ini Syaratnya

“Pramuka garuda in ikan sudah memenuhi SKU, SKK, dan teruji sudah punya sertifikat khusus,” kata Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jateng Siti Atikoh kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Di samping Jamnas, serangkaian kegiatan menyambut Hari Pramuka telah dilangsungkan. Mulai dari bersih pantai, tanam mangrove, ziarah makam tokoh pramuka, hingga donor darah. Pada Minggu (14/8) upacara Hari Pramuka akan digelar serentak di Kwartir Cabang di seluruh Jateng. “Upacara puncak baru kami gelar 31 Agustus di Boyolali,” tutur Heru Djatmiko, Ketua Panitia Kwarda Jateng.

Pada Sabtu malam (13/4) sebanyak 300 anggota termasuk Kamapida, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan jajaran Mapida dari SKPD Jateng akan mengikuti renungan dan ulang janji di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal pada pukul 21.00.

Baca juga:  Pramuka Dituntut Aktif Tangani Pandemi

Sebelumnya selama dua tahun kegiatan Pramuka harus beradaptasi dengan teknologi digital lantaran digelar secara daring. Tapi menurut Atikoh, anak-anak Pramuka generasi Z sangat mahir dalam hal ini.

Ia menambahkan Pramuka sudah lebih dahulu beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Pasalnya di luar Jambore Internasional juga digelar Jambore On The Internet (JOTA-JOTI). Pramuka lintas negara berinteraksi secara daring melalui acara tersebut. Sehingga pandemi tidak menjadi masalah serius bagi pramuka.

“Tahun pertama pandemi kemah di rumah, tahun berikutnya hybrid, digelar terbatas di Semarang dan daerah,” jelas Atikoh.

Oleh karena itu, peringatan on site tahun ini pihaknya mengutamakan agar anak-anak bersenang-senang dan bukan fokus berkompetisi. Acara kemah sehari pada upacara puncak itu berisikan upacara, bakti sosial, dan penghargaan untuk rangkaian perlombaan yang telah digelar sebelumnya.

Baca juga:  Kebakaran di RSUP dr Kariadi Bisa Dipadamkan

Lebih lanjut, Atikoh menerangkan Pramuka Jateng memiliki Saka Milenial hasil kolaborasi dengan Kominfo Jateng. Ia menanamkan bahwa setiap Pramuka adalah pewarta. Maka setiap Pramuka memiliki misi menyebar hal positif di internet. “Konten negatif kan tidak bisa kita diamkan saja, tapi harus diperangi dengan memperbanyak konten positif,” pungkasnya.

Melalui eksebisi Saka Milenial Jawa Tengah di Kampung Digital dan Komputasi awan, peserta Jamnas mendapat materi pengenalan media sosial, literasi digital, dan keterampilan-keterampilan sesuai krida-krida di Saka Milenial. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya