alexametrics

Pegawai Non ASN Tolak Jadi Outsourcing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ratusan ribu pegawai Non ASN di Jawa Tengah menolak penghapusan tenaga kerja honorer di instansi pemerintah mulai November 2023. Aturan tersebut sesuai dalam surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Nomor 185 tanggal 31 Mei 2022.

Selain itu, mereka dengan tegas menolak jika seandainya harus dijadikan outsourcing. Peran dan beban kerja yang dijalankan non ASN selama ini sangat besar dalam membantu berbagai administrasi di pemerintahan.

“Kami sudah mengabdi puluhan tahun, tiba-tiba aturan dihapus. Ini kan jelas tidak fair,” tegas Ketua Forum Non-ASN (Fornas) Jawa Tengah Agus Priyono saat mengadu kepada Anggota DPD RI Jawa Tengah Denty Eka Widi Pratiwi.

Baca juga:  Pikat Anak untuk Vaksinasi dengan Dekorasi Ulang Tahun

Agus menambahkan, setidaknya jumlah pegawai non ASN di Jateng lebih dari 100.000. Tersebar di banyak bidang serta sudah mengabdi puluhan tahun. Pihaknya berharap pemerintah memperhatikan nasib pegawai non ASN. “Teman-teman intinya tidak mau di-outsourcingkan. Kami sudah surati BKN, Komisi II DPR RI. Kami ingin diperhatikan. Karena selama ini sudah mengabdi puluhan tahun dan beban kerja yang tidak ringan,” tambahnya.

Anggota DPD RI Denty Eka Widi Pratiwi bakal mendorong Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang mengakomodasi kalangan pegawai Non ASN di berbagai daerah. Jangan sampai dihapus begitu saja, karena peran Non ASN sudah sangat besar. Keberadaannya sangat dibutuhkan untuk jalannya pemerintahan di daerah.

Baca juga:  PDIP Berikan Rekom untuk Lima Paslon di Jateng, Ini Bocorannya

“Kami akan menyampaikan kepada pemerintah pusat dan DPR RI untuk melakukan pembahasan terhadap isu-isu tersebut, agar nantinya ada kebijakan sebagai payung hukum keberadaan non-ASN,” ujarnya.

Anggota Komisi A DPRD Jateng Fuad Hidayat menegaskan bakal mengawal dan mendampingi pegawai Non ASN di Jateng. Apapun lembaganya, mereka tetap harus mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Karena kontribusinya juga sangat besar dan beban kerja yang selama ini sudah membantu jalannya roda pemerintahan khususnya di Jateng. “Kami akan terus mengawal dan memperjuangkan nasib pegawai non ASN,” tambahnya. (fth/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya