alexametrics

Jateng Borong Medali Cabor Atletik PeSONas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jawa Tengah berhasil menduduki posisi pertama di Cabang Olahraga (Cabor) Atletik Lari pada Pekan Special Olympic (PeSONas), Selasa (5/7). Atlet lari Jateng memborong enam medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Posisi kedua diduduki oleh Sumatera Barat. Lalu berikutnya disusul oleh Sumatera Selatan, Bali, dan Kalimantan Selatan.

Penanggung Jawab Cabor Atletik PeSONas Siswanto menyampaikan, terdapat 109 atlet di cabor atletik lari. Sementara kompetisi dibagi ke dalam lima divisi menyesuaikan level kemampuan peserta, terutama dari segi IQ. “Lombanya juga kami bagi lima, lari jarak 25 meter, 50 meter, 100 meter, 200 meter, dan paling jauh 400 meter,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Satu hal yang cukup berbeda dalam ajang PeSONas, semua atlet mendapat medali berdasarkan hasil kompetisinya. Hal ini berlaku di olimpiade olahraga atlet bertalenta khusus atau penyandang disabilitas di tingkat internasional.

Baca juga:  Zona Merah Jateng Terapkan PSBB, Ganjar: Sudah Siap, Kan Sudah Latihan Terus

Menurut Siswanto, medali tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada atlet bertalenta khusus yang sudah mau berjuang dan berlatih hingga titik ini. Kemarin sebanyak 40 medali emas, 39 medali perak, dan 30 medali perunggu dikalungkan kepada seluruh atlet lintas provinsi pada cabor atletik lari di GOR Tri Lomba Juang. “Jangan sampai mereka kecewa setelah kompetisi dan merasa tidak dihargai,” tegasnya.

Salwa salah satu atlet lari berusia 17 tahun mengaku sangat senang dapat memperoleh juara tiga atau medali perunggu. Setelah sejak kecil kerap mengikuti lomba lari, kini Ia berhasil tampil mewakili Jateng di ajang bergengsi nasional.

Sementara itu, cabor tenis meja PeSONas masih berlangsung di GOR yang sama. Sebanyak 53 atlet dari 23 provinsi yang ikut dalam PeSONas bertanding memperebutkan babak final. Pada cabor ini kompetisi dibagi tiga divisi berdasarkan kemampuan masing-masing peserta.

Baca juga:  2022, Wali Kota Hendi Fokus Genjot Sektor Wisata

Kemudian kategori selanjutnya dibagi berdasar usia. Grup usia 16-20 tahun, 21-25 tahun, dan 26 tahun ke atas. Sedangkan laki-laki dan perempuan dibedakan berdasarkan kemampuan.

“PeSONas sejatinya untuk menggerakkan anak-anak ini agar senang dan gembira, baru prestasi menjadi prioritas selanjutnya,” tegas Ahmad Dimyati, technical delegate pemerintah pusat yang memantau pertandingan tersebut. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya