alexametrics

Wujudkan Desa se-Jateng Mandiri Sampah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPemprov menargetkan semua desa di Jateng menjadi Desa Mandiri Sampah. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) sudah menggelar Kongres Sampah II yang digelar di Klaten.

Ada lima rumusan penting dan sekarang tengah tengah dikomunikasikan DLH dan pemerintah di 35 kabupaten dan kota. Program tersebut untuk memusatkan pengelolaan sampah rumah tangga masyarakat di tingkat desa.

“Sebagian sudah ada bank sampah atau TPS, tapi ini sarpras yang dikelola beberapa orang saja. Kita ingin membangun mindset tanggung jawab sampah tugas setiap individu,” kata Kepala DLHK Jateng Widi Hartanto.

Ia berharap semua masyarakat terlibat dan memupuk kesadaran lingkungan warga Jateng. Mengingat sumbangan sampah terbesar di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yakni sampah organik rumah tangga. Target jangka panjang, Jateng bebas sampah. “Targetnya 80 persen sampah sudah bisa beres di tingkat desa, sisanya baru dibawa TPA,” ujarnya.

Baca juga:  FAN Jateng Borong Dua Penghargaan DAFA Award 2021

Ada beberapa kriteria ukuran desa mandiri sampah. Diantaranya mampu mengelola sampah dan memiliki sarpras, memiliki peraturan desa mengatur manajemen sampah, dikelola dana desa. “Dan tentunya harus mempunyai satgas sampah khusus di desa,” tegasnya.

Selain merumuskan desa mandiri sampah, terdapat beberapa rumusan lain. Seperti ngelongi, nganggo, ngolah atau telung (3 NG). Sebagai komitmen pengelolaan sampah yang rencananya akan diintegrasikan dengan mata ajaran atau kurikulum sekolah.

Selanjutnya, penguatan kelembagaan yang didukung kebijakan dan sumber daya inovasi ilmu pengetahuan ramah lingkungan. “Harusnya komitmen pengelolaan sampah juga menjadi salah satu butir janji politik calon pemimpin di Jateng,” tambahnya. (taf/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya