alexametrics

Veter Top Nano, Cairan Herbal Penyembuh PMK

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng berhasil meracik cairan herbal Veter Top Nano. Cairan tersebut diklaim mampu mengobati hewan ternak yang terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Syafriadi yang juga mantan kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jateng saat acara Rembug Peternak di Kampung Peternak Mangunsari, Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (23/6).

“Ini bisa diminumkan ke ternak, lalu disemprotkan ke wajah, mulut, hidung, telinga, mata, dubur, dan kakinya,” jelas Syafriadi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia juga mengungkapkan cairan herbal itu pernah diminum olehnya lantaran benar-benar aman dikonsumsi. Tingkat efektivitasnya dikatakan mencapai 90 persen dari hasil pengobatan yang telah pihaknya lakukan.

Baca juga:  Bagikan Sembako, Bedah Rumah Warga

Baik di Kota Semarang maupun Kendal ia telah membuktikan kesembuhan ternak pengidap PMK. Saat ini pihaknya tengah melakukan uji coba di Situbondo, Probolinggo, dan sekitarnya untuk penggunaan cairan itu. “Kami sudah dapat hak paten untuk cairan herbal Vetertop Nano ini,” imbuhnya.

Ia menjelaskan obat tersebut sangat manjur bekerja di malam hari. Efek penyembuhan ternak infeksi PMK akan terlihat kurang lebih 10 jam setelah pengobatan. Namun pemberian obat perlu dilakukan 2-3 kali sehari.

Meski begitu tingkat kesembuhan juga tergantung dengan kondisi hewan yang sudah terlanjur mengidap PMK. Bila sudah terlalu parah, obat herbal tak bisa menjanjikan pemulihan penuh.

Syafriadi juga memaparkan ternak yang dianggap sembuh dari PMK sejatinya tidak betul-betul diuji secara laborat. Namun hanya diamati secara klinis atau perilaku kesehariannya. Bila sudah bertingkah normal, maka dianggap sembuh. “Saat dibilang sembuh, virus itu belum hilang, karena perlu 3 tahun agar virus dapat hilang dari tubuh ternak,” ungkapnya.

Baca juga:  Warga Kelurahan Mangunharjo Manfaatkan Mangrove sebagai Pewarna Alami Batik

Akan tetapi pihaknya meminta masyarakat untuk tidak panik pada konsumsi daging ternak bekas PMK. Pasalnya penyakit tersebut tidak menular ataupun membahayakan manusia. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya