alexametrics

PTSL Jateng Kurang 28 Persen, Targetkan Rampung Tahun 2023

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Provinsi Jateng kurang 28 persen. Targetnya rampung akhir tahun 2023.

Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto mengatakan, percepatan PTSL harus segera diselesaikan. Target PTSL di seluruh Indonesia sebanyak 126 juta. Sementara di Jateng masih kurang 28 persen.

“Dari Kakanwil Jateng tadi sudah merencanakan agar target di Jateng segera tercapai akhir tahun 2023. Saya minta agar bisa selesai semuanya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat ditemui di Kantor ATR/BPN Jateng Rabu (22/6).

Mengenai kelebihan iuran PTSL di berbagai daerah, dia menambahkan dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri iurannya sebesar Rp 150 ribu. Hal ini berlaku bagi wilayah Jawa dan Bali.

Baca juga:  Tarik Rp 1,5 Juta, Panitia PTSL Dilaporkan ke Polda

“Bagi daerah yang memungut biaya lebih, saya akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Gubernur agar sesuai dengan SKB tiga menteri dan kembali menjadi Rp 150 ribu,” tambahnya.

Ia mewanti-wanti kepada masyarakat agar mengurus sertifikatnya sendiri. Baik pembuatan sertifikat dan balik nama bisa datang langsung ke Kantor ATR/BPN Jateng. Sementara bagi petugas yang melakukan pungli, Mantan panglima TNI ini tidak segan untuk langsung memecatnya.

Koordinator Substansi Pendaftaran Tanah Afandi mengatakan, total ada 6 juta bidang tanah yang belum bersertifikat di Jateng. “Yang dibilang Pak Menteri kurang 28 persen tersebut. Kalau kita hitung di Jateng targetnya masih sekitar 6 juta bidang yang belum bersertifikat. Tiap hari kita pantau, bagi daerah yang lambat kita dorong agar targetnya di tahun 2023 nanti bisa selesai,” akunya.

Baca juga:  Kolaborasi Tiga Sektor untuk Transparansi PTSL

Menurutnya PTSL ini khusus pendaftaran tanah pertama kali bagi masyarakat. Tanah yang didaftarkan belum memiliki sertifikat, belum pernah diukur, dan belum pernah didaftarkan di Kantor Pertanahan. (kap/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya