alexametrics

Kuasai 17 Menu Kopi dalam 10 Hari

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Balai Latihan Kerja (BLK) 1 Semarang melatih 32 calon barista untuk menyajikan 17 menu kopi. Peserta pelatihan dari dua angkatan tersebut diajari menggunakan menggunakan mesin espresso dan manual brew Kamis (16/6).

Program Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng yang rutin digelar setiap tahun itu telah mengadakan training barista kedua kalinya pada 2023. Pelatihan pertama didanai oleh APBN dan kali ini oleh APBD.

“Dengan ini kami harap calon barista handal siap terjun di dunia usaha maupunntenaga siap kerja di perhotelan, coffee shop, kapal pesiar, dan lainnya,” ujar Biyanto, plt Kepala BLK 1 Semarang kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat koran ini tiba, peserta yang dibagi menjadi empat kelompok belajar membuat kopi menggunakan manual brew dan mesin espresso secara bergantian. Solo Barista Course beserta kru instruktus mendampingi peserta untuk praktik satu persatu. Setiap hari mereka diajarkan menu kopi baru.

Baca juga:  May Day, Gubernur Ganjar Bagi Sembako ke Rumah Buruh

“Kemarin sudah kita ajarkan basic espresso, sekarang sudah masuk pembuatan mocchacino dan latte art,” jelas Deril Juniar, instruktur yang mendampingi.

Terdapat tiga mesin kopi yang digunakan secara bergilir. Selain diajarkan espresso dan turunannya, peserta juga dibekali peracikan menu non kopi seperti minuman matcha, red velvet, dan seterusnya.

Sedangkan untuk manual brew, ada lima menu yang wajib dikuasai para calon barista. Mulai dari v60, flat bottom, aero press, vietnam drip, french press, dan rok presso. Komposisi kopi yang digunakan merupakan perpaduan biji kopi arabica dari Sindoro sebanyak 70 persen dan robusta dari Temanggung 30 persen.

Fauziyya salah sorang peserta asal Batang mengaku beruntung dapat berkesempatan belaajr meracik kopi. Paslanya ia sudah alam menyukai kopi tapi tak memiliki wadah untuk belajar. Sejauh ini ia mengakui paling sulit membuat latte art. Ia harus melukis di dalam segelas kopi. “Tadi hampir jadi sih, tapi belum sempurna,” ungkapnya.

Baca juga:  63,717 Peserta Dinyatakan Lulus Seleksi UM-PTKIN 2022

Berbeda dengan Fauziyya, Trio justru mengaku sedikit kesulitan dengan istilah proses pembuatan kopi yang serba berbahasa inggris dan pengoperasian mesin kopi. Sedangkan dari segi teori lelaki asal Banjarnegara itu sudah memiliki bekal sebelumnya.

Pelatihan berbasis asrama ini berlangsung sejak 6-17 Juni 2022. Peserta terpilih datang dari 25 kabupaten atau kota di Jateng. Selama 10 hari mereka digembleng sejak pukul 8 pagi hingga 9 malam.

Pada pagi hari cenderung mendpaat bekal teori, dan sisanya fokus pada praktek. Di akhir pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi berstandar nasional sebelum diterjunkan kembali. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya