alexametrics

Kampanye Stop Konsumsi Daging Anjing Libatkan Tokoh Agama

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bekerjasama sama dengan koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) terus mengampanyekan kepada masyarakat untuk stop konsumsi daging anjing. Berbagai pihak dilibatkan, khususnya para tokoh agama.

Sekda Provinsi Jateng Sumarno meminta keterlibatan berbagai pihak. Seperti Kementerian Agama (Kemenag), Dinas Kesehatan (Dinkes), tokoh agama, dan penggiat serta pecinta anjing untuk melakukan hal yang sama.

“Problemnya adalah bagaimana mengedukasi masyarakat. Karena mereka mengonsumsi bukan dalam sekadar makan, tetapi dianggap sebagai jamu,” jelasnya dalam acara DMFI International Veterinary Training di Hotel PO Semarang, Senin (13/6).

Butuh upaya besar dalam mengedukasi masyarakat. Salah satunya dengan pendekatan dalam sisi agama. Oleh karena itu, keterlibatan tokoh agama di wilayah masing-masing perlu digiatkan.

Baca juga:  Remaja Kampung Purwosari dan Kanalsari Barat Tawuran, Satu Kena Sabetan Celurit

“Hukum agama Islam mengonsumsi daging anjing itu haram. Sehingga kolaborasi antara ulama dan penggiat seperti DMFI ini perlu dilakukan agar masyarakat tidak lagi mengonsumsi daging anjing lagi,” tambahnya.

Pihaknya juga memberikan penghargaan bagi wilayah yang telah melakukan pencegahan konsumsi dan perdagangan daging anjing. Baik melalui edukasi dan penerapan peraturan daerah. Seperti Temanggung, Kabupaten dan Kota Magelang, Jepara, Kota Semarang, Sukoharjo, dan Purbalingga.

Perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Temanggung Mukhlis mengaku, sudah ada peraturan daerah yang melarang konsumsi dan perdagangan daging anjing di Temanggung.

“Awalnya ada yang menjual daging anjing lewat media sosial. Penjual langsung kami berikan edukasi. Kemudian dari pemerintah bertindak tegas dengan menerapkan perda pelarangan daging anjing,” katanya.

Baca juga:  Lakukan MoU, Kejati Dampingi Pelindo

Ia mengaku senang dengan diberikannya penghargaan ini. Komunitas pecinta anjing, ulama, dan komunitas lainnya, ikut membantu untuk mengedukasi masyarakat. Sehingga di Temanggung saat ini sudah zero konsumsi dan perdagangan daging anjing. (kap/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya