alexametrics

Siapkan 750.000 Bibit Gratis untuk Warga Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – BSPTH DLHK Jateng menyiapkan 750.000 bibit tanaman hutan, buah, dan konservasi di Kebun Bibit Kalongan, Kabupaten Ungaran. Hanya dengan scan kode QR atau WhatsApp, pemohon dapat meminta bibit gratis bersyaratkan KTP Jateng.

Pembibitan terus dilakukan setiap hari demi mewujudkan target tersebut. Sebanyak 13 karyawan menyemai bibit dan merawat puluhan ribu bibit di kebun seluas empat hektare itu. Setiap hari masing-masing karyawan bertugas menyirami bibit tanaman di lahan bagiannya sebanyak dua kali, pagi dan sore.

Mereka juga mengurusnya saat tanaman terserang hama. Pembibitan paling banyak dilakukan untuk tanaman hutan dan konservasi. Mengingat tujuan utamanya untuk konservasi alam dan lingkungan.

Baca juga:  Kerinduan Pentas Dalang Remaja Terobati

“Intinya ini memang semuanya kami siapkan gratis untuk warga Jateng,” tutur Kepala DLHK Jateng Widi Hartanto kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat koran ini tiba, Widi tengah menyerahkan 1.000 bibit tanaman kepada pemohon dari DLH Kebumen. Pemohon membawa dua unit mobil untuk mengangkut semua bibitnya. Biasanya pemohon dari institusi menggunakan bibit untuk acara penanaman masal di hari besar konservasi lingkungan.

Sejauh ini, kebun bibit tersebut telah mendistribusikan 101.155 bibit tanaman sejak Januari sampai April 2022. Sedangkan sejumlah 35.785 bibit siap disalurkan kepada masyarakat pemohon. Paling lambat, permohonan diproses selama 5 hari.

“Ya maksimal per KTP mengakses 50 bibit gratis, tinggal hubungi call center kami 08112540809,” ungkap Yetti, kepala BSPTH Jateng.

Baca juga:  Wali Kota Hendi Resmikan Menara Masjid Al-Hurru Wattaqwa

Biasanya penyuluh kehutanan di setiap kecamatan mengecek penanaman bibit yang diajukan pemohon. Penyuluh memastikan bila bibit tanaman yang diminta tidak disalahgunakan masyarakat. Khususnya pengecekan lebih ketat bila permohonan lebih dari 5.000 bibit. “Kalau misal nanti diizinkan, kami harap nanti bisa juga mengembangkan kebun ini untuk wisata edukasi lingkungan,” pungkas Guntur, salah satu pegawai. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya