alexametrics

Tekan Angka Kematian Bumil dengan Pelatihan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Banyumas merupakan daerah dengan kematian bayi tinggi. Sedangkan Grobogan merupakan daerah dengan angka kematian ibu hamil (bumil) tertinggi di Jateng.

Keprihatinan tersebut mendorong Yayasan Project HOPE dengan dukungan Johnsons & Johnsons Foundation (Project HOPE) memetakan sejumlah masalah terkait layanan kesehatan ibu dan anak.

“Karena itu, kami melaksanakan pelatihan kompetensi tenaga medis, pemberdayaan masyarakat serta kegiatan orientasi dan pendampingan,” ujar Program Manager Maternal Neonatal and Child Health Yayasan Project HOPE dr Raden Noviane Chasny kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sebanyak 6.189 tenaga kesehatan dari total 7.125 tenaga kesehatan di Banyumas dan Grobogan telah dilatih secara langsung maupun tidak langsung. Jumlah tersebut terdiri atas 496 dokter, 3.794 bidan, 1.320 perawat, dan 579 lainnya.

Baca juga:  Prodi Penghayat Kepercayaan Resmi Masuk Kampus

Selain itu, Program SLAB-III terbukti mampu meningkatkan pelaksanakan dan monitoring evaluasi program KIA. Aksi nyata yang dilakukan di Banyumas yaitu eradikasi Pre-Eklampsia. Yakni penyakit karena tekanan darah tinggi yang timbul pada saat kehamilan.

Dengan demikian, pihaknya menghilangkan penyakit PE sebagai penyebab utama kematian ibu hamil. Pasalnya, penyakit tersebut dapat dicegah apabila bisa diidentifikasi lebih awal dan diterapi dengan tepat, maka kematian ibu pun berkurang.

Di Grobogan, SLAB-III melakukan aksi Grobak Manak, yang diadaptasi dari Grobogan Bersama Atasi Kematian Emak dan Anak. Aksi tersebut melibatkan pemangku kepentingan dari sektor kesehatan dan non kesehatan.

Pihaknya mengakui penguatan kompetensi tenaga medis berdampak pada penurunan angka kematian ibu karena Pre-Eklampsia dan perdarahan. Pada 2019, persentase kematian ibu karena Pre-Eklampsia di Banyumas sebanyak 50 persen dan di Grobogan sebanyak 31 persen. “Kasus ini menurun pada 2021, yaitu Banyumas 11 persen dan Grobogan 20 persen,” jelasnya.

Baca juga:  Pakai Knalpot Brong, 684 Motor Diamankan

Sementara itu, persentase kematian ibu karena perdarahan pada 2019 di Banyumas sebanyak 10 persen dan Grobogan 14 persen. Kasus menurun pada 2021, yaitu Banyumas 2 persen dan Grobogan 10 persen.

Kemudian munculnya perubahan perilaku dan pemahaman masyarakat terkait kesehatan ibu dan anak menghasilkan kebijakan alokasi dana desa untuk program KIA. Dikatakan sebanyak 234.410 warga di Banyumas dan Grobogan menerima manfaat dari SLAB-III. “Terdiri atas 73.000 ibu hamil, 4.236 ibu hamil dengan risiko tinggi, 70.781 ibu bersalin dan 85.450 bayi baru lahir,” pungkasnya. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya