alexametrics

5,5 Juta Pemudik Masih di Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Arus balik kendaraan pemudik di gerbang tol Kalikangkung, Semarang mulai normal, Senin (9/5). Namun diperkirakan masih ada 5,5 juta pemudik yang belum meninggalkan Jawa Tengah.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menyebutkan, jumlah mobil yang masuk Jawa Tengah melalui pintu tol mencapai 1.065.000 unit. Jumlah tersebut terhitung hingga H+2 lebaran lalu. Selain itu, dari empat pintu jalan arteri (non tol) tercatat 335 ribu kendaraan masuk Jateng.

“Jadi totalnya ada 1,4 juta kendaraan yang masuk melalui seluruh pintu tol dan empat pintu perbatasan (jalan arteri) di Jateng,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (9/5).

Dia mengatakan, dari hasil evaluasi, kendaraan pemudik yang terdata di jalan tol dan arteri ini, lebih banyak kendaraan pribadi dan travel. Hanya saja, Henggar mengakui belum bisa menghitung secara pasti jumlah orangnya.

Baca juga:  Minta THR 2022 Diberikan secara Penuh

“Kalau yang bisa dihitung pasti di bandara, terminal, stasiun, dan pelabuhan. Sehingga kita menggunakan pendekatan-pendekatan asumsi. Berapa jumlah pemudik yang masuk Jateng,” ujarnya.

Henggar menyampaikan, survei awal Menteri Perhubungan menyebutkan, ada kurang lebih 23,5 juta pemudik yang masuk Jateng. Namun setelah dilakukan pendekatan dengan asumsi-asumsi, diketahui jumlah pemudik di Jateng sekitar 11,4 juta orang.

“Kita pantau di beberapa pintu tol masuk Jawa Tengah yang ke arah barat, kurang lebih yang tertahan (belum keluar dari Jateng) antara 40 sampai 50 persen. Prediksi kita, mereka itu pemudik yang kerja mandiri atau yang lain. Mudah-mudahan hari ini sudah mengalir dengan baik, dan jalan tol tetap normal,” harapnya.

Dia mengatakan, posko mudik lebaran yang didirikan hanya sampai Rabu (11/5) besok. Namun secara fungsional, tetap melakukan pantauan manakala terjadi kejadian besar, termasuk kemacetan.  “Kita melakukan pantauan paling tidak sampai dua minggu ke depan. Puncaknya (arus balik), sudah terjadi,”katanya.

Baca juga:  Jateng Provinsi Terbaik Penggerak Akses Keuangan

Henggar juga menjelaskan, jika pemberlakuan one way dinilai efektif. Kalau pun sempat terjadi ketersendatan, menurut dia, hal itu merupakan hal biasa. “Kalau pun di jalan nasional sempat ada kepadatan dan macet, itu hanya sedikit. Ya, wajarlah,” ujarnya.

Direktur Utama Jasamarga Semarang Batang (JSB) Prajudi mengatakan, kendaraan arus balik yang melintas di gerbang tol Kalikangkung masih ramai lancar. Namun telah berangsur normal dan tidak terjadi kepadatan.

“Kelihatan sudah melandai. Kalau hasil evaluasi, yang perlu kita perhatikan berada di ruas titik-titik kemacetan atau kepadatan itu berada di rest area. Itu salah satu dari penyebab perlambatan dari kendaraan,” katanya.

“Memang manajemen-manajemen pemasaran arus lalulintas di rest area itu perlu perhatian untuk selanjutnya. Jadi jangan sampai terlambat untuk penanganan. Ketika rest area sudah mulai penuh, kendaraan harus diminta untuk perjalanan,” sambungnya.

Baca juga:  Ribuan Tangki Air Bersih Disiapkan

Sepanjang wilayah JSB, Prajudi menyebutkan terdapat empat rest are. Tiga rest area memiliki tipe A, dengan kapasitas kurang lebih 500 kendaraan. Sedangkan tipe B atau kecil terdapat satu rest area dengan kapasitas kurang lebih 30 kendaraan.

“Saya tidak menyalahkan pemudik juga. Pemudik kan juga memerlukan rest area untuk istirahat. Kita maklum kalau ada kebutuhan-kebutuhan mereka yang mendesak,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya juga meminta kepada pengunjung rest area untuk membatasi waktu, dengan durasi cukup 30 menit. “Sebab, jika terlalu lama, akan terjadi kepadatan atau penumpukan,” katanya.

Prajudi juga menyampaikan, berdasarkan laporan dari Jasa Raharja, jumlah kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran turun hampir 40 persen dibandingkan lebaran 2019. “Di JSB Semarang-Batang juga ada kecelakaan. Kecelakaan tunggal yang tidak sampai fatal. Nanti saya rekap dulu,” ujarnya. (mha/aro) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya