alexametrics

Tol Bawen Padat Merayap, Jalur Biasa Lengang

Arus Balik Meningkat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, BAWEN – Arus balik mulai telihat di ruas Jalan Tol Solo-Semarang jalur B Jumat (6/5). Jalur tol ini belum ada penerapan one way hingga pukul 19.03 kemarin. Pemerintah pusat baru meresmikan one way mulai Gerbang Tol (GT) Kalikangkung hingga GT Cikampek.

Akibatnya, antrean kendaraan terlihat mengular di simpang Bawen maupun jembatan Penggaron sebelum rest area KM 429 A. Namun jalur non tol justru lengang.

“Saya tadi dari Salatiga lewat jalur biasa non tol justru lengang,” kata Kurniawan, 33, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meski begitu, Satlantas Polres Semarang berupaya menyiapkan skema arus lalu lintas di jalur tol. Kasat Lantas Polres Semarang AKP Rendi Johan Prasetyo mengatakan, jika diperlukan, akan dilakukan penerapan one way mulai kilometer 442 Bawen. Namun penerapan one way dari Bawen ini tetap menunggu instruksi dari Dirlantas Polda Jateng.

Baca juga:  12.867 Kendaraan Pemudik Dihentikan, 4.706 Diputarbalikkan

“Saat ini belum. Kondisi masih terkendali, namun memang volume kendaraan meningkat dan laju kendaraan melambat,” ungkapnya ketika ditemui di ruas Tol Solo Semarang, Jumat (6/5).

Karena itu, jika one way diterapkan mulai dari kilometer 442 Bawen, maka GT Bawen entrance ke Solo akan ditutup, entrance ke Semarang tetap dibuka dan exit ke Bawen jalur A dan B ditutup. Hal yang sama diberlakukan untuk GT Ungaran. Entrance ke Solo ditutup, entrance ke Semarang dibuka, exit dari Solo dibuka dan exit dari Semarang akan ditutup.

Dia tegaskan kepada pengendara yang akan melewati jalan tol Semarang-Solo harus memahami rekayasa lalu lintas ini agar tidak salah pilih rute perjalanan. Ia juga menjelaskan keramaian di ruas Jalan Tol Solo-Semarang hanya pada jam tertentu saja. Tepatnya pukul 17.00 hingga pukul 19.00.

Baca juga:  Arus Balik di Pelabuhan Masih Sepi

“Namun demikian, penerapan one way dari 442 Bawen tetap menunggu instruksi Dirlantas Polda Jateng,” pungkasnya.

Sedangkan arus balik antarkota yang melalui transportasi kereta api (KA) sudah penuh hingga 10 Mei mendatang. Baik dari arah Jakarta maupun dari arah Surabaya. Meski ada penambahan Kereta Ambarawa 1 dan Kereta Ambarawa 2.

“Yang masih tersedia tiketnya, lintas Jawa Tengah dan Kaligung,” kata Wakil Kepala Stasiun Semarang Poncol, Nurcholis.

Menurutnya, arus dari Jakarta masih tinggi, sehingga yang turun di Stasiun Semarang Poncol masih banyak. “Masih banyak yang mudik, totalnya 5.500 penumpang turun di Poncol. Itu campur,” katanya.

Untuk keberangkatan penumpang masih di angka 4.500 setiap harinya tujuan Surabaya dan Jakarta. Pihaknya mempersiapkan pos keamanan dari internal dan eksternal. Bahkan dibantu Brimob, Polsek, dan Koramil. Selain itu, ada posko kesehatan.

Baca juga:  Polda Jateng Dampingi 100 Anak Yatim dan Disabilitas Terdampak Covid-19

“Untuk pemeriksaan tiket, kami juga buka cording. Sewaktu-waktu penumpang krodit, kami lakukan pelayanan pemeriksaan tiket,” katanya.

Salah satu pemudik dari Demak yang mau ke Surabaya, Mujaidun, menjelaskan, dirinya sudah empat tahun tidak mudik karena bertugas di luar negeri. Dirinya bersuka cita bisa mudik bareng anak ke Demak, meski hanya dua hari.

“Menghilangkan rasa kangen. Karena di sini ada kedua orang tua, nenek, kakak dan adek. Istri sementara tidak ikut, karena orang tuanya masih sakit,” ujarnya. (ria/fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya