alexametrics

Ganjar Gelar Open House Virtual, Diikuti Pekerja Migran di Berbagai Negara

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kembali menggelar open house, namun masih melalui virtual, Senin (2/5/2022). Ajang silaturahmi ini tak hanya diikuti masyarakat lokal saja, melainkan hingga luar negeri.

Dalam opening silaturahmi ini, Ganjar bercengkrama dengan Dubes Hermono di Kuala Lumpur, Malaysia. Hermono mengatakan, di Malaysia sudah hampir normal, tidak banyak pembatasan. Sama halnya di Indonesia, ketentuannya tidak boleh membuat acara keramaian. “Tapi kalau salat sudah bebas, boleh umpel-umpelan,” katanya berkelakar.

Ganjar lanjut menyapa transmigran dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta diaspora asal Jawa Tengah. Mereka berasal dari berbagai negara seperti Kanada, Malaysia, Taiwan, Thailand, Jepang, Singapore, Hongkong.

Baca juga:  BKKBN Targetkan Penurunan Stunting 7 Persen Lagi

Salah satu peserta zoom, Helen yang saat ini berada di Hongkong mengatakan saat ini sudah kondusif. Masyarakat semangat salat Id. Namun harus antri karena belum bisa terbuka di lapangan. Jadi bergilir agar bisa salat semuanya bisa salat Id. Sayangnya, ketentuan dalam protokol kesehatan masih ketat. “Kalau tidak mematuhi protokol kena denda seharga satu sapi misal tidak pakai masker,” kata Lilik.

Menanggapi hal ini, Ganjar mengucap syukur karena di Indonesia peraturan tidak seketat itu. Hal tersebut ia sampaikan untuk jadi pembelajaran. “Kalau di sini di denda satu ekor sapi sudah heboh pasti. Tapi dengan begitu mereka bisa taat ya,” uturnya.

“Saya mau denger dong yang dari London, bagaimana cerita lebaran di sana. Covidnya bagaimana,” ujar Ganjar.

Baca juga:  Kapolda Jateng Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi di Kota Magelang

Pertanyaan Ganjar disambut oleh Liana dan Ranti. Keduanya bersama dengan yang lain, tengah bersiap untuk berangkat salat Idul Fitri di rumah dinas Duta Besar.

“Terimakasih pak sudah bersedia menyapa. Biasanya kami setelah salat id itu berkumpul. biasanya acaranya macam-macam, ada halalbihalal terus hiburan lagu-lagu,” kata Ranti dan Liana.

Selain ngobrol dengan PMI, Ganjar juga menyapa para transmigran Jateng yang berada di Kalimantan. Beberapa dari mereka saat ini menjadi petani sawit. Mereka mengeluhkan mahalnya pupuk.
“Pak tolong dibantu subsidi pupuk,” kata sejumlah petani sawit di Sungai Mata-mata, Kalimantan Barat.

Mendengar hal ini, Ganjar pun merespon mereka. Ia mengatakan akan segera berkomunikasi dengan Menteri Pertanian agar bisa meninjau harga pupuk yang mahal.

Baca juga:  Ajang CJIBF 2021 Bukukan Kepeminatan Investasi Rp 39 T

“Komplainnya pak menteri pertanian, ternyata pupuknya mahal sekali. Nah melalui ini mungkin bisa disiarkan agar pupuknya bisa terjangkau petani kita sehingga produktivitasnya menjadi sangat tinggi,” kata Ganjar.

Sebelumnya, Ganjar bersama istri Atikoh dan anak tunggalnya Alam Ganjar juga menyapa masyarakat umum. Bahkan, dalam silaturahmi ini ia juga membagikan berbagai hadiah atau THR pada mereka seperti laptop. (ifa/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya