alexametrics

Antisipasi Kemacetan Gerbang Tol Kalikangkung, Siapkan Jalur Selatan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyiapkan jalur selatan, untuk mengantasipasi penumpukan pemudik di gerbang tol (GT) Kalikangkung, Kota Semarang. Yakni akibat adanya kebijakan oneway di jalan tol Trans Jawa.

Bahkan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah memerintahkan bupati/wali kota yang ada di jalur selatan untuk mempersiapkannya dengan matang. Terutama sejumlah kebutuhan pemudik seperti BBM, kuliner, dan rest area.

“Kami diminta mengatur lalulintas, jalur alternatif, siaga bencana dan dukungan kesehatan serta lainnya. Sebab pesan Pak Menko PMK tadi bagus, orang mudik itu bahagia dan ingin senang. Maka harus dilayani dengan baik,” kata Ganjar saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Koodinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat peninjauan Tol Kalikangkung, Sabtu (23/4).

Baca juga:  Pemprov Jateng Tambah Kanal Aduan, Kali Ini Apa?

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengatakan telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak dan melakukan beragam skenario.”Saya akan ikut mempromosikan jalur selatan itu, agar semua tidak menumpuk di jalan tol. Besok saya akan keliling untuk melihat jalur selatan, agar publik tahu bahwa jalur selatan juga nyaman,” kata Ganjar.

Selain itu, pihaknya juga sudah mempersiapkan sejumlah jalur alternatif. Jalur itu akan digunakan saat terjadi penumpukan kendaraan di GT Kalikangkung. Bahkan Kakorlantas sudah menyiapkan dengan komando nasional. “Jika terjadi penumpukan, perintahnya langsung diurai. Maka plan A, plan B, plan C, dan plan D dari pihak kepolisian sudah disiapkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, dari pemetaan yang dilakukan, jalur terpadat saat mudik Lebaran adalah jalan tol dari Bekasi menuju Kalikangkung. Sehingga, persiapan perlu dilakukan dengan matang.

Baca juga:  DPRD Jateng Minta Subsidi Pupuk Dicabut

“Prediksi kami, jumlah pemudik akan naik dibanding tahun 2019 sebesar 40 persen. Sementara puncak pemudik diprediksikan terjadi pada 28-30 April. Jadi sudah seharusnya kita manage jalur ini agar lancar,” ucapnya.

Menhub mengimbau pada masyarakat untuk tidak mudik saat puncak arus mudik. Masyarakat diharapkan bisa mudik lebih awal, yakni sebelum tanggal 28 April. Pihaknya juga meminta pemudik untuk tidak menggunakan sepeda motor, karena itu membahayakan. Selain jarak terlalu jauh dan meletihkan, banyak kecelakaan terjadi pada pemudik sepeda motor. “Pemerintah sudah menyediakan angkutan mudik gratis, bus gratis, kereta gratis, kapal gratis, termasuk untuk sepeda motor. Jadi tolong itu dimanfaatkan,” harapnya.

Menko PMK Muhadjir Effendy menambahkan, terdapat empat aspek untuk menyukseskan angkutan Lebaran 2022. Pertama, tata kelola lalu lintas dan ketersediaan BBM. Kedua, kondisi Covid-19 dan vaksinasi terutama pada dosis kedua dan ketiga. Ketiga, ketersediaan bahan pokok dan penyaluran bantuan sosial (bansos). Keempat, mewaspadai adanya bencana dan memperhatikan perilaku pemudik agar baik.

Baca juga:  Bus Tiara Mas Terguling di Tol Batang-Semarang, Satu Penumpang Tewas, 17 Terluka

Menko PMK juga mendukung kebijakan Gubernur Jateng yang akan menyediakan kendaraan pengangkut sepeda motor. “Untuk mudik dari Jateng ke tempat lain sebaiknya tidak menggunakan sepeda motor. Tapi sepeda motornya yang naik kendaraan saja yang sudah disiapkan,” ungkapnya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya