alexametrics

Masyarakat Jateng Wajib Tangani Darurat Kekerasan Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Yayasan Setara mengimbau semua elemen masyarakat aktif menangani darurat kekerasan anak di Jateng. Menyusul banyak kasus kekerasan anak dengan berbagai motif pada akhir-akhir ini. Mulai dari ayah kandung yang mencabuli anaknya, ibu yang menggorok anaknya, hingga guru yang mencabuli peserta didiknya.

Menurut Bintang Al Huda, humas Yayasan Setara, ada hal mendasar yang perlu dibenahi bersama. “Kita belum memaknai perlindungan anak secara utuh, karena tugas ini bukan milik pemerintah saja, tapi tugas kita semua,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Penting bagi orang tua, keluarga, masyarakat, swasta, media, dan pemerintah untuk mengubah mindset soal perlindungan anak. Ia menilai peran dari setiap elemen saja tidak cukup. Namun harus holistik dan integratif. Meski masing-masing memiliki program, tapi mampu menyelesaikan satu persoalan bersama.

Baca juga:  Pencari Kerja Meningkat, Agustus Capai 12.095 Pelamar

Salah satunya ia menyebutkan aturan larangan boking hotel bagi anak di bawah umur yang belum memiliki KTP. Lalu pemberitaan di media yang menyorot pelaku kriminal anak secara berlebihan tanpa menyensor foto atau nama. “Pelaku kriminal anak ini juga korban, mereka tetap berhak dilindungi,” imbuhnya.

Anak-anak masih memerlukan bimbingan orang tua atau orang dewasa dalam menjalani hidup. Mereka terjerat kasus kriminal dan berhubungan dengan hukum lantaran tidak mendapat bimbingan dari orang dewasa di sekitarnya.

Pada 2020 terdapat 697 anak yang berhubungan dengan hukum. Didominasi anak laki-laki sebanyak 661 anak dan perempuan sejumlah 63 anak. Sedangkan dari aduan yang diterima DP3AP2KB sebanyak 2.174 anak menjadi korban kekerasan tahun 2021. Pada 2022 hingga Februari sudah terdapat 163 laporan masuk.

Baca juga:  Dituntut 10 Tahun Penjara, Tamzil Siapkan Pembelaan

Lebih lanjut, kasus kekerasan yang terjadi di masyarakat sejatinya dapat dideteksi apabila masyarakat sekitar memliki kepekaan dan kepedulian terhadap sesama. Seperti halnya ibu yang menggorok anaknya dan ayah yang mencabuli anaknya memiliki kecenderungan tindakan yang mencurigakan. Bila saja ibu tersebut mendapat pertolongan dari orang sekitar, termasuk dalam hal ekonomi, kemungkinan besar kekerasan takkan terjadi.

“Mestinya masyarakat bisa melihat semua anak yang ada di sekitarnya. Ini menjadi tanggung jawab kita sebagai orang dewasa,” tegas Bintang.

Ia sangat berharap semua orang dewasa mampu menjalankan perannya masing-masing secara penuh. Dengan begitu darurat kekerasan anak di Jateng dapat teratasi. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya