alexametrics

Mahasiswa Tuntut Pencabutan IPL Penambangan Wadas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas Untuk Wadas menuntut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk mencabut Izin Penetapan Lokasi (IPL) pertambangan batuan andesit di Desa wadas.

Mereka melakukan aksi damai di halaman Kanor Gubernur Jateng Selasa (22/3). Selain itu masa aksi meminta Ganjar Pranowo untuk mengusut tuntas kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian pada 8 Februari lalu dan beberapa tuntutan sektoral lainnya Jawa Tengah. Aksi damai itu juga diikuti tujuh perwakilan warga Desa Wadas, Purworejo.

“Kami sudah bertemu Pak Ganjar di Wadas, tapi percuma aspirasi kami tidak didengar dan direspon,” tutur Iswanto perwakilan warga Wadas kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Para mahasiswa mendesak aparat kepolisian yang bertugas untuk diberi akses masuk. Saat hujan turun, massa aksi berbondong-bondong masuk area Gedung Kantor Gubernur untuk menunggu Ganjar.

Baca juga:  5.000 Kendaraan Pemudik Masuk Jateng

Rencana pertambangan batuan andesit di Desa Wadas sejak awal telah banyak ditemukan kecacatan. Pertambangan yang rencanya akan dilakukan di Desa Wadas dimasukkan dalam IPL Bendungan Bener.

Lebih lanjut, para peserta aksi bernyanyi di teras kantor itu. Kemudian mereka melantunkan solawat bersama. Sekitar pukul 16.00 Ganjar keluar dan berdialog bersama massa aksi sambal duduk lesehan di atas banner demo.

“Kami sudah mengupayakan dialog, dan sampai sekranag masih belum selesai,” ujar Ganjar dihadapan masa aksi.

Ganjar juga menjelaskan proyek infrastruktur itu kepada mereka. Dari 17 bendungan saat ini pihaknya telah menyelesaikan 5 bendungan di Jawa Tengah untuk masyarakat. Ia mencoba meyakinkan masa aksi bila bendungan itu nantinya akan memudahkan masyarakat setempat. (taf/bas)

Baca juga:  Ganjar Kepincut Sepeda Listrik Buatan Warga Perantauan Jateng

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya