alexametrics

Berdaya di Masa Pandemi, Kaum Perempuan Bisa Kembangkan Usaha dengan Pemasaran Online

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung dua tahun berdampak pada semua sektor kehidupan. Banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK) mengganggu perekonomian keluarga. Dalam kondisi tersebut, peran kaum perempuan dianggap penting untuk membantu menopang perekonomian keluarga.

Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto mengatakan meski masih dalam kondisi pandemi, semangat untuk membangkitkan perekonomian harus tetap ada.

Karena itu, semua pihak diharapkan mampu berpikir kreatif dan inovatif, terlebih kaum perempuan yang memiliki jaringan kuat di tengah masyarakat seperti Kelompok PKK. Dia mencontohkan kaum perempuan dapat membuka usaha dengan memanfaatkan pemasaran online.

“Di masa pandemi hampir semua bidang terpuruk. Namun ada satu bidang yang trennya naik, yaitu usaha dan penjualan online,” ujarnya dalam Sosialisasi Non Perda “Pemberdayaan Perempuan di Masa Pandemi” yang digelar di Kafe Sasame, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/3/2022).

Baca juga:  Jaga Ketahanan Pangan dengan Urban Fishing

Acara dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening, Kabid Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak & Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Semarang Eka Jaya Sakti, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Semarang Bagus Suryokusumo, dan dimoderatori Nurkholis.

Ketua DPRD Kabupaten Semarang Bondan Marutohening menambahkan kaum perempuan memiliki jaringan yang baik di tengah masyarakat. Dari situ, mereka bisa meningkatkan perekonomian keluarga dengan mendorong usaha kecil yang digeluti, lalu memasarkannya secara digital.

“Ibu-ibu sekarang pakai handphone semua. Ini bisa dimanfaatkan jadi keuntungan sosial maupun ekonomi. Selain memudahkan kita berkomunikasi, juga bisa untuk jualan online,” ungkapnya.

Kabid KB DP3AKB Kabupaten Semarang Eka Jaya Sakti membahas mengenai peran perempuan dalam keluarga. Dikatakannya, kondisi kaum perempuan di Kabupaten Semarang selama ini yakni sekitar 40 persen pekerja perempuan bekerja di pabrik. Dengan jam kerja yang ketat di pabrik, diakui sulit untuk meluangkan waktu dalam lingkungan keluarga.

Baca juga:  Kronologi Pengungkapan Prostitusi di Semarang yang Melibatkan Selebgram TE, Sekali Kencan Rp25 Juta

“Untuk itu, kami dari dinas memberikan pendampingan ke sejumlah desa agar kapasitas keluarga tetap terjaga. Dan soal pemberdayaan perempuan, selama ini kami juga melakukan pendampingan agar perekonomian keluarga dapat ikut meningkat,” kata Eka.

Ketua KNPI Kabupaten Semarang Bagus Suryokusumo mengakui kondisi pandemi sangat menyulitkan perekonomian masyarakat. Kondisi itu sangat membutuhkan peran perempuan untuk ikut menopang perekonomian keluarga selama pandemi ini.

Dia berharap kaum perempuan dapat memanfaatkan gadget yang dimiliki untuk memasarkan produk usahanya.

“Jadi, di masa pandemi ini peran perempuan sangat penting untuk mendukung ekonomi keluarga dan lingkungan. Karena, secara data nasional sebesar 60 persen industri itu pekerjanya adalah perempuan dan sekitar 90 persen produk industri sangat terkait dengan perempuan,” tutur Bagus. (dit/bas)

Baca juga:  Pemerintah Kelurahan Bulusan Segera Atasi Cekungan dan Benahi Internal

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya