alexametrics

Disambati Warga Wadas Soal Sinyal, Ganjar Langsung Telepon Petinggi Telkom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Purworejo – Warga Wadas Purworejo mengeluh soal sinyal yang hilang di desa itu pada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Keluhan itu mereka sampaikan secara langsung saat Ganjar datang ke Wadas, Minggu (13/2).

Ganjar datang ke Wadas untuk mendengar masukan dan keluhan dari sejumlah warga yang menolak penambangan batu andesit di desa itu. Selain menyampaikan sejumlah persoalan terkait penambangan, ada salah satu warga yang mengeluhkan soal sinyal yang hilang.”Pak sinyalnya susah pak, hilang. Listrik juga kemarin padam,” kata warga.

Ganjar yang mendengar itu langsung meminta ajudannya menelepon petinggi Telkom. Karena diketahui, jaringan sinyal yang banyak digunakan oleh warga Wadas adalah Telkomsel.”Mas telponke pak GM Telkom mas, bilang saya mau bicara,” katanya.

Baca juga:  Ganjar Fokus Bangun 15 SMKN Baru di Zona Merah

Ajudan Ganjar kemudian menelpon GM Telkom. Setelah tersambung, Ganjar langsung ngobrol singkat dengan GM Telkom Jateng-DIY itu.

“Pak, ini saya sedang di Wadas, Purworejo. Ini warga mengeluhkan sinyal yang hilang. Tolong dicek ya pak, biar masyarakat bisa komunikasi dengan nyaman,” kata Ganjar pada GM Telkom itu.

Sayup-sayup terdengar suara siap pak dalam telpon tersebut. Setelah ditutup, Ganjar mengatakan pada warga bahwa petugas Telkom akan segera datang untuk melakukan perbaikan.”Mpun nggih, kersane didandani. Insya Allah lancar,” kata Ganjar.

Salah satu warga, Mukti mengapresiasi langkah cepat Ganjar menyelesaikan persoalan sinyal di desanya. Ia berharap, persoalan sinyal akan segera teratasi dan masyarakat bisa kembali berkomunikasi dengan lancar.

Baca juga:  Ubah Kuota Zonasi, Daerah Perlu Dilibatkan

“Memang di sini sinyalnya susah, tadi pak Ganjar saja mau telepon kesulitan. Insyaalah nanti setelah pak Ganjar telpon petinggi Telkom, ke depan menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.

Dalam pertemuan itu, Ganjar mendengarkan banyak keluhan dari masyarakat. Mereka menceritakan terkait peristiwa mencekam saat peristiwa pengukuran oleh petugas BPN pada Selasa (8/2) lalu. Mereka meminta agar peristiwa itu tidak terulang kembali. Usai pertemuan dengan warga yang berlangsung gayeng, saat hendak meninggalkan lokasi, warga memberi oleh-oleh berupa hasil pertanian warga Wadas.

Waahh ini duren yang kata mas Yayak (seniman asal Yogyakarta) yang katanya paling enak sedunia itu to, wahhh maturnuwun sanget,”ujar Ganjar. (sls/bas)

Baca juga:  Pengetatan Protokol Kesehatan di Sembilan Daerah

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya