alexametrics

Ekonomi Tumbuh 3,32 Persen, Optimistis Pulih dari Resesi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 2021 mencapai 3,32 persen. Pemprov pun optimistis bisa segera pulih dari resesi. Dari sisi produksi, melesatnya pertumbuhan ekonomi ini, ditopang tren positif semua sektor lapangan usaha, kecuali sektor Administrasi Pemerintah. Pertumbuhan tertinggi disumbang sektor konstruksi sebesar 7,37 persen, setelah tahun sebelumnya terkontraksi -3,76 persen.

“Dari sisi pengeluaran, kenaikan tertinggi dicatat oleh komponen ekspor barang dan jasa, termasuk ekspor antar daerah, yaitu sebesar 15,97 persen,” ujar Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia mengatakan, kondisi pertumbuhan ekonomi Jateng pada 2021 cenderung lebih baik ketimbang pada 2020 yang mengalami kontraksi sebesar -2,65 persen, tepatnya saat awal pandemi Covid-19 masuk Indonesia.

Baca juga:  IDI Jateng Serahkan 200 APD

Hal ini menjadi bagian dari pemulihan perekonomian global pada 2021. Salah satunya ditunjukkan dengan pertumbuhan ekspor dan peningkatan harga komoditas di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Adhi menambahkan, meningkatnya output sector manufaktur pada Oktober lalu disebabkan melonjaknya permintaan dari luar negeri. Namun harga biaya input dan output pada Desember lalu juga terus naik, karena naiknya harga bahan baku dan biaya pengiriman. Lalu terhambat pada rantai pasokan.

“Nilai tukar petani (NTP) Jateng pada kuartal empat 2021 mengalami kenaikan 2,04 dibandingkan kuartal tiga sebelumnya,” jelasnya.

Kemudian tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jateng selama Oktober hingga Desember 2021 melesat 33,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lalu  meningkat 66,74 persen ketimbang kuartal sebelumnya.

Baca juga:  Elpiji Tersambar Api, Dua Warung Makan Hangus

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 3,32 persen didorong oleh komponen konsumsi rumah tangga yang tumbuh positif 1,82 persen.

Menguatnya konsumsi rumah tangga ini lantaran masyarakat mulai beradaptasi dengan pandemi. Selain konsumsi rumah tangga, investasi juga menjadi mesin pendorong pertumbuhan dari sisi penggunaan, seiring dengan peningkatan impor barang-barang modal. (taf/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya