alexametrics

Jateng Masih Memiliki 3,93 Juta Penduduk Miskin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat hingga September 2021 masih ada 3,93 juta penduduk Jateng yang masuk kategori miskin. Jumlah tersebut turun sebanyak 175,74 ribu orang dibanding Maret 2021.

Kepala BPS Jateng Adhi Wiriana menjelaskan, meski pandemi Covid-19 belum berakhir, Jateng cukup berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin yang pada Maret tahun lalu sebanyak 4,11 juta orang.

“Persentase penduduk miskin pada September 2021 sebesar 11,25 persen, menurun 0,54 persen poin dibanding Maret 2021 dan turun 0,59 persen poin dibanding September 2020,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskan, persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2021 sebesar 10,58 persen, turun menjadi 10,16 persen pada September 2021. Sedangkan persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2021 sebesar 13,07 persen, turun menjadi 12,44 persen pada September 2021.

Baca juga:  Rombak Kepengurusan dan Gaet Milenial

Menurut data, pada September 2021, rata-rata rumah tangga miskin di Jateng memiliki 4,21 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, rata-rata Garis Kemiskinan per rumah tangga miskin di Jateng sebesar Rp 1.781.941,00 per rumah tangga miskin per bulan.

Hal itu sejalan dengan catatan pertumbuhan ekonomi Jateng selama triwulan III 2020 terhadap triwulan III 2021. Yakni mengalami pertumbuhan sebesar 2,56 persen (year to year). Angka yang jauh meningkat dibandingkan triwulan III 2020 terhadap triwulan III 2019 yang hanya sebesar 3,93 persen.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jateng mengalami penurunan, tepatnya pada Agustus 2021. Penurunan TPT sebesar 5,95 persen,” imbuhnya pada konferensi pers itu.

Baca juga:  PKM Semarang Diperketat, Pusat Perbelanjaan, Restoran dan Pertokoan Boleh Buka Sampai Jam 22.00

Dibandingkan angka pengangguran Februari 2021 sebesar 5,96 persen, terjadi penurunan meski hanya 0,01 persen poin. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan Agustus 2020 yang mencapai 6,48 persen.

Lebih lanjut, Adhi berharap Jateng dapat mengulang capaian itu dan mengalami penurunan kemiskinan pada Maret 2022 mendatang. Program pemerintah diharapkan hadir kembali untuk menurunkan tingkat kemiskinan di masa yang akan datang. Sedangkan bagi mereka yang tidak tergolong miskin, dapat membantu mereka yang miskin. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya