alexametrics

Pakai Knalpot Brong, 684 Motor Diamankan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 684 sepeda motor terjaring razia knalpot brong oleh anggota Polda Jateng dan polres jajaran. Pelanggaran terbanyak ditemukan di Kota Semarang mencapai 104 motor.

Direktur Lalu Lintas (Dilantas) Polda Jateng Kombespol Agus Suryonugroho menegaskan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap hari. Kegiatan yang sudah berlangsung selama dua hari tersebut berhasil mengamankan ratusan motor yang terjaring razia akibat pelanggaran menggunakan knalpot brong.

“Sehari bisa ratusan kendaraan yang terkena razia. Untuk Selasa kemarin (11/1), ada 539 sepeda motor yang kena razia. Terbanyak di Kota Semarang, ada 72 kendaraan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (12/1).

Hari sebelumnya, Senin (10/1), tercatat ada 145 sepeda motor terjaring razia anggota jajaran lalu lintas Polda Jateng. Terbanyak juga di wilayah Kota Semarang, mencapai 32 kendaraan.

Baca juga:  Relawan Perjuangan Demokrasi Gencarkan Pendidikan Politik untuk Milenial

“Sanksinya, selain ditilang, juga diwajibkan mengganti knalpot brong dengan knalpot standar,” katanya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqydusi menambahkan, penggunaan knalpot brong melanggar pasal 285 ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas dan angkutan Jalan. Sehingga perlu diambil tindakan tegas untuk ditertibkan.

“Karena meresahkan, mengganggu pengguna jalan dan masyarakat. Kami imbau masyarakat yang berkendara tetap taat tertib berlalu lintas, utamakan keselamatan, hargai pengendara lain dan tetap selalu menjaga ketertiban umum saat di jalan raya,” ujarnya.

Terpisah, Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Sigit mengatakan, pihaknya telah menggelar razia kegiatan cipta kondisi dengan sasaran knalpot brong. Selain sanksi dan mengganti knalpot, pemilik sepeda motor juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi.

Baca juga:  Kostum Terbaik Dapat Hadiah, Setelah Nyoblos Bawa Pulang Jajan Pasar

“Kebisingan suara penggunaan knalpot brong bisa memancing emosi. Apalagi kalau penggunanya tidak bijak, rentan terjadi perkelahian,” katanya.

Langkah edukasi ke masyarakat, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta siswa melalui penyuluhan di bengkel-bengkel, termasuk sekolah di wilayah hukum Polrestabes Semarang. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya