alexametrics

Disperindag Jateng Gembleng Pelaku UKM Agar Jadi Eskportir

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng mengajak para pelaku UMK memperluas pasar dengan menjadi eksportir. Untuk itu sebanyak tiga pelatihan akan digelar sepanjang 2022 ini.

Kepala Disperindag Jateng Arif Sambodo menyampaikan, tiga pelatihan itu yakni,  Manajemen Ekspor sebanyak 90 peserta, Export Coaching Program (ECP) untuk 30 peserta, dan Pelatihan Ekspor di Balai Besar PPEI sejumlah 20 peserta.  “Pelatihan ini dibuka untuk umum. Biasanya pelaku usaha yang berorientasi ekspor,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, Pelatihan Manajemen diikuti untuk ekportir tingkat lanjut, khususnya para alumni ECP dari tiga tahun lalu. Menurutnya kegiatan ekspor selalu memiliki kebijakan yang berubah-ubah, sehingga penting bagi pelaku ekspor untuk memahami aturan baru tersebut.

Baca juga:  Disperindag Jateng Distribusikan 9 Ton Minyak Goreng Curah

Tak hanya itu, pelatihan tersebut juga memonitoring progres ekspor dari setiap pelaku usaha di dalamnya. Lalu membantu mengatasi kendala yang dialami para pelaku usaha sekaligus eksportir. Rencananya acara digelar dua kali pada Maret dan Juni mendatang. Tapi pendaftaran sudah dibuka sejak sekarang. “Kadang ada yang sudah rutin ekspor, tapi masih bingung untuk memperluas pasar, menjangkau wilayah baru di luar negeri. Nah itu kami arahkan,” imbuhnya.

Kemudian untuk pelatihan ECP diperuntukkan para pelaku usaha yang pernah melakukan transaksi memasarkan produknya ke luar negeri, baik melalui trader atau menjadi eskportir. Sehingga pada kesempatan ini, pihaknya akan melahirkan eksportir baru di Jateng.

Ia melihat selama ini banyak pelaku usaha di Jateng yang berorientasi ekspor. Namun belum mengerti betul prosedur perdagangan ke luar negeri. Dengan menjadi eksportir, pelaku usaha akan memangkas ongkos karena ia mampu menjual sendiri produknya ke luar negeri tanpa perantara orang lain. “Kalau pelaku usaha ini pernah transaksi ke luar negeri, artinya kan produknya diminati di luar negeri,” ucap Arif.

Baca juga:  Kejati Jateng Selamatkan Uang Negara Rp 45 M

Sebanyak 30 peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan selama kurang lebih 9 bulan. Sedangkan Pelatihan Eskpor di Balai Besar PPEI Jakarta, diikuti pelaku usaha yang telah dikurasi dan potensial untuk melakukan ekspor.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan akan menggelar pelatihan khusus untuk eksportir pemula yang sama sekali belum pernah mengespor produk. Program yang disebut pelatihan pra ECP itu sudah berjalan sejak tahun lalu. Dan akan kembali digelar untuk mencetak lebih banyak eksportir di Jateng. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya