alexametrics

Komunitas Juang PDI-P Fokus Kaderisasi Generasi Muda

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Komunitas Juang (KJ) merupakan organisasi badan di bawah naungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Tugasnya melakukan pengkaderan pada generasi muda. Organisasi ini bertujuan untuk iron stock kader PDI-P ke depan.

Fungsi dari KJ sendiri adalah melakukan pendidikan politik dan recruitment pada kader muda. Komunitas Juang diinisiasi oleh Bambang Muryanto, Ketua Komisi III DPR RI, Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah. Organisasi ini berdiri pada 2013 di Banyumas

Selama pandemi Covid-19, KJ tetap masiv melakukan pendidikan kepada calon kader. Pedidikan politik dilaksanakan secara hybride, setengah online, dan setengah tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan dibatasi.

“Kegiatan yang dilakukan KJ ini levelnya adalah provinsi. Salah satunya, dalam membantu pemerintah menekan penyebaran Covid-19, KJ ikut berkontribusi melakukan penyemprotan dan vaksinasi. Selain itu ada juga bagi sembako untuk warga terdampak,” jelas Wisda Pridatoe KJ.

Baca juga:  Kembangkan Wisata Religi di Sendangguwo

Perekrutan kader KJ ada di 34 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Fokus kaderisasi KJ adalah anak muda berusia 17-23 tahun. Tujuannya agar generasi ke depan PDI-P diisi oleh kader-kader muda, sehingga menjadi partai yang sehat.

Selain itu, juga sebagai langkah untuk menjalankan fungsi partai secara maksimal. Dia menjelaskan, tujuan utama KJ bukanlah untuk politik praktis, melainkan untuk regenerasi partai.

“Anak muda harus melek politik, kalau bukan kita, nanti siapa lagi. KJ ini sebagai wadah anak muda untuk belajar politik, dan bersosialisasi kepada masyarakat. Di KJ itu mengembangkan kompetensi, kapasitas, dan kemampuan teman-teman,” ujar Dini Indra.

Tahun ini, KJ memiliki hampir sepuluh ribu kader mudah, tersebar di berbagai wilayah. Rencananya, ke depan akan ada pelantikan KJ setiap bulan. KJ akan secara masiv melakukan perekrutan dan pedidikan politik, di antaranya dengan memberikan materi di kelas selama tiga pertemuan. “Selain itu, akan ada juga bimbingan gabungan per karesidenan,” tandasnya. (cr1/zal)

Baca juga:  Bekali Tenaga Pendidik Tangkal Konten Hoaks

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya