alexametrics

Gagalkan 106 Kali Penyelundupan Narkoba

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Sepanjang 2021 Kanwil DJBC Jateng dan DI Yogyakarta telah berhasil menindak penyelundupan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) sebanyak 106 kasus.

Keberhasilan tersebut berkat sinergi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan Polda Jateng, Polda DIY, BNN Provinsi Jateng, dan BNN Provinsi Jatim.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jateng-DIY Muhamad Purwantoro mengatakan, sepanjang 2021 paling banyak melakukan pengungkapan kasus berupa tembakau gorila sebanyak 54 kali dengan berat 703 gram. Lalu disusul kasus obat keras dan psikotropika 31 kali dengan total 29.165 butir dan 431 gram. “Pengungkapan kasus methamphetamine atau sabu dengan berat 8.005 gram, ganja, dan lainnya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pada 106 kasus yang ditangani, ditemukan 104 tersangka yang terlibat. Modusnya pun semakin beragam dan terkonsep. Namun yang paling banyak terjadi selama pandemi Covid-19 dikirim melalui paket dan disamarkan dengan produk personal care atau lainnya.

Baca juga:  Dua Pengedar Dibekuk, 8 Kg Sabu Diamankan

Oleh karena itu, ia mengingatkan warga Jateng untuk lebih waspada soal peredaran narkoba. Pihaknya sendiri memperketat kewaspadaan sejak dari tempat pengedaran, pengiriman, hingga sampai ke tangan penerima.

Temuannya, kebanyakan penyelundupan masuk melalui pelabuhan di Jateng lalu menuju Jatim. Semarang menjadi lokasi yang sering disinggahi dan rawan terjadi titik transaksi penyelundupan narkoba.

Lebih lanjut, sinergi tersebut bukan saja menggagalkan aksi haram itu, tetapi juga melakukan pencegahan. Lalu pemulihan bagi yang sudah terlanjur terjerumus sebagai pemakai narkoba, meskipun diakui pecandu sangat sulit untuk dapat sembuh.

Maka dari itu, ia mewanti-wanti agar tak ada yang tergiur memakainya. “Sudah harganya mahal, kerusakan dan dampak negatif ke penggunanya sangat besar. Lebih baik dihindari,” ungkap Kunarto, BNNP Jateng.

Baca juga:  Dibantu Ganjar, Rumah Mbah Samroh Tak Lagi Kena Rob

Diakui pihaknya juga bekerjasama dengan Interpol untuk mendeteksi peredaran narkoba yang masuk dari luar negeri. Kawasan Timur Tengah menjadi salah satu yang memproduksi narkotika dan perlu diwaspadai bersama. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya