alexametrics

Kementerian PUPR Bangun MCK di 930 Ponpes Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Selama ini pondok pesantren (ponpes) dianggap sebagai lembaga pendidikan informal yang kumuh. Untuk mendrobak stigma negatif dan meningkatkan kualitas hidup santri, Kementerian PUPR membangun sarana sanitasi berupa mandi, cuci, kakus (MCK) di 930 ponpes se-Jawa Tengah sepanjang 2021.

Sarpras MCK dibangun dengan kolaborasi ketiga stakeholder, yakni Kemenag, Kementerian PUPR, Pengawas Pembangunan Komisi V DPR RI, dan masing-masing ponpes. Setiap ponpes yang memenuhi kriteria, berkesempatan menandatangani MoU pembangunan MCK dengan anggaran Rp 200 juta untuk setiap ponpes.

“Syaratnya sementara ini harus memiliki lahan kosong seluas 60 meter persegi, minimal dihuni 50 santri, dan terdaftar memiliki NSPP,” ujar Cakra Nagara Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan pembangunan sarana sanitasi tersebut masih akan berlanjut hingga 2024. Pasalnya terdapat 3.800 ponpes yang rencananya menerima fasilitas tersebut. Sisanya akan dikerjakan secara bertahap dan mencapai target.

Baca juga:  Kawasan Kota Lama Semarang Lockdown

Dari anggaran tersebut akan dibangun bangunan atas berupa delapan bilik toilet, tempat wudlu, tempat cuci dan jemur. Sedangkan untuk bangunan bawah berupa saptiteng dan IPAL sesuai standar.

Ratusan perwakilan pelaksana dari tiap stakeholder termasuk dari pihak ponpes menghadiri serah terima sarana prasarana sanitasi oleh Kementerian PUPR di Hotel Patra Jasa. Satu per satu menandatangani MoU di depan panggung dengan disaksikan Cakra.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I Jateng Dwiatma Singgih Raharja Sabaris meminta setiap ponpes bertanggung jawab mengelola fasilitas yang diterima dengan baik agar menjadi infrastuktur yang berkelanjutan.

“Jadi kami ingin menjadikan pesantren itu sehat dan bersih. Bukan hanya untuk santrinya saja, tapi juga lingkungan,” tegasnya.

Baca juga:  Masuk Mal Harus Sudah Divaksin, Gubernur Ganjar: Sebenarnya Aturan Itu Nggak Fair

Sementara itu, PPK Sanitasi I Satker Prasarana Permukiman Wilayah I Provinsi Jateng Rhiza Khairina Widya Sanca menambahkan, pihaknya juga akan berkeliling ponpes melakukan sosialisasi perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sehingga tak hanya bangunan infrastruktur yang diperbarui, tapi juga mindset soal kebersihan lingkungan. (taf/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya