alexametrics

Hari Pertama, Peserta CPNS Unjuk Bakat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 396 peserta CPNS mengikuti Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) Wawancara, Pengamatan Fisik, dan Keterampilan (WPFK) hari pertama di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jateng Senin (13/12). Banyak di antaranya yang unjuk kebolehan mulai dari bermain gitar, badminton, basket, hingga bela diri.

Dalam pantauan koran ini, beberapa peserta juga diwawancarai menggunakan bahasa Inggris. Sebagian diminta praktik baris berbaris saat diuji. Setiap dua penguji mewawancarai satu peserta secara bergantian. Satu sesi wawancara memakan waktu sekitar 10-15 menit.

“Kemampuan olahraga dan seni juga dibutuhkan supaya warga binaan tidak bosan,” ujar Kepala Kemenkumham Jateng Yuspahruddin kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Peserta yang memiliki keterampilan penunjang formasi pilihannya memiliki nilai tambah dalam proses seleksi. Dijelaskan sebanyak 28 penguji didatangkan dari Unit Pusat dan Daerah. Proses penentuan penguji WPFK dilakukan dengan mengambil kertas undian di hadapan peserta.

Baca juga:  Kondisi Bumi Bergantung Kearifan Pengelola SDA

Hal itu cukup membuktikan transparansi dan akuntabilitas proses seleksi yang bebas dari kepentingan. Seleksi CPNS tahap ketiga ini merupakan yang terakhir. Tes WPFK tersebut diikuti 1.583 peserta. Untuk pelaksanaan digelar bertahap 13-16 Desember.

Nantinya formasi yang dibutuhkan Kemenkumham Jateng sebanyak 598 pegawai. Kebutuhan terbanyak untuk posisi penjaga tahanan 558 pegawai. Lalu dokter 3 pegawai, fungsional Pranata Komputer 10 pegawai dan lainnya. “Jadi keseluruhannya nanti ada 598 orang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kepala Ombudsman Jateng Siti Farida ikut meninjau proses SKB WPFK hari pertama tersebut. Ia sangat mengapresiasi upaya tranparasi penyelenggaraan tes oleh Kemenkumham Jateng. “Sampai sekarang tidak ada aduan dari peserta. Kalaupun ada, kami sangat terbuka,” tandasnya.

Baca juga:  Lowongan Dokter di Kabupaten Pekalongan Tanpa Pelamar

Koran ini menemui Muhammad Riska salah seorang peserta asal Semarang yang mendaftar formasi penjaga tahanan. Ia mengaku proses yang diikuti cukup ketat. Meski begitu, ia menjalaninya dengan nyaman berkat fasilitas panitia penyelenggara. Hasil tes pun transparan dan up to date. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya