alexametrics

Cegah Tindak Korupsi dengan Digitalisasi Sistem

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sumarno tidak menolerir tindakan-tindakan yang berpotensi memunculkan budaya korupsi, meskipun itu hal kecil. Tujuannya agar tidak timbul mindset bahwa tindakan yang dilakukan merupakan tindakan yang biasa saja.

“Kalau hal-hal yang kecil, mengambil bukan haknya, kalau terbiasa, nanti yang besarpun menjadi terbiasa. Itu dianggap bukan sesuatu yang buruk. Untuk itu, adik-adik semua, tanamkan betul, karena panjenengan semua itu menjadi generasi penerus bangsa, jangan biasakan keburukan yang kecil-kecil tadi. Ini bicara masalah integritas,” pesannya saat menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tingkat Jateng di Kantor Inspektorat Selasa (7/12).

Plt Kepala Inspektorat Jateng Doni Widianto menyambung, ada banyak cara yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk mencegah terjadinya korupsi. Antara lain digitalisasi sistem dengan penerapan e-government melalui Government Resources Management System (GRMS) dan pengelolaan gratifikasi. Hingga akhir 2021, unit pengendali gratifikasi mendapat 30 laporan gratifikasi dengan nilai hampir Rp 18 juta.

Baca juga:  Nasib Petani Tembakau Kurang Mendapat Perhatian

Untuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), sebanyak 2.320 orang berhasil tercapai 100 persen. Demikian juga Laporan Harta Kekayaan ASN (LHKASN) sebanyak 38.201 ASN juga tercapai 100 persen. “Semua alhamdulillah tercapai 100 persen. Tentu ini berkat dukungan dan support Bapak Gubernur, Pak Wagub, Pak Sekda, serta teman-teman dari OPD di Jateng,” ujarnya.

Di samping itu, Pemprov Jateng juga membangun zona integritas. Pada tahun ini, ada dua instansi yang berpredikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani), yakni RSUD Margono Soekarjo Banyumas dan RSUD Moewardi Surakarta.

“Berikutnya pengawasan masyarakat. Ini juga bagian dari peran serta masyarakat dalam pencegahan korupsi. Yang terakhir adalah kami Inspektorat memiliki MoU antara Aparat pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait pengaduan (dari) masyarakat (mengenai) gratifikasi dan tindak pidana korupsi di Jateng,” tutupnya.

Baca juga:  Di Pemalang Polisi Cantik Beri Mawar ke Pendemo

Dalam kesempatan itu diumumkan hasil sejumlah lomba. Video Pendek “Gaya Gue Lawan Korupsi” Juara I diraih SMK Batik 2 Surakarta dengan judul Ora Amanah Ora Berkah, Juara II dari SMAN 1 Wonotunggal Kabupaten Batang dengan judul Buah Kejujuran, Juara III dari SMAN 1 Batang Kabupaten Batang dengan judul Ambisi Akhir Korupsi, Juara Favorit dari SMAN 7 Purworejo dengan judul Traktir.

Lomba Video Pantun Antikorupsi, Juara I Dahlya Laily FH dari SMAN 1 Kayen Kabupaten Pati, Juara II Fauzi Hidayat Yani H dari SMAN 1 Cawas Kabupaten Klaten, Juara III Muhammad Aqil Aziz dari SMAN 5 Kota Tegal.

Lomba Esai Siswa “Yang Muda Beraksi Lawan Korupsi”, Juara I diraih Devis Saputra dari SMAN 1 Bukateja Kabupaten Purbalingga, Juara II Himawan Wighra dari SMAN 1 Purwokerto Kabupaten Banyumas, Juara III Chelsea Rieva E dari SMAN 3 Demak Kabupaten Demak.

Baca juga:  Sunroof Bikin Mobil Terlihat Mewah

Lomba Esai Mahasiswa “Yang Muda Beraksi Lawan Korupsi”, Juara I diraih Alif Syuhada dari Universitas Terbuka Salatiga, Juara II Yahya Muhaimin dari Universitas Diponegoro (Undip), Juara III Ulil Albab Alshidqi dari Undip. (akr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya