alexametrics

Ribuan Buruh Jateng Ancam Mogok Kerja

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sebanyak 2.300 buruh dari berbagai kota berdemo menuntut kenaikan upah di depan Kantor Disnakertrans Jateng Senin (29/11). Bila tak dituruti, mereka mengancam akan turun jalan lagi dengan massa yang lebih besar. Bahkan akan mogok bersama 6-8 Desember mendatang.

Sejak pukul 10 pagi, ratusan buruh sudah mulai long march dari Tugu. Ribuan buruh itu mulai dari Semarang, Jepara, Pati, hingga Pekalongan sepakat menolak Surat Keputusan Gubernur 561/37 tahun 2021 tentang Upah Minimum Jateng 2022.

Koordinator Lapangan sekaligus Sekretaris Konfederasi Serikat Pekerja (KSPI) Jateng Aulia Hakim menegaskan agar pemerintah tidak menggunakan PP 36 tahun 2021 untuk menentukan upah tahun depan. Karena turunan UU Cipta Kerja itu cacat formil sebagaimana yang telah diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca juga:  Siap Berlaga di Fornas, Tim e-Sports Jateng Diberi Wejangan Ganjar

“Kami minta gubernur dan pemerintah merancang kembali upah 2022 dengan formula yang kami berikan kemarin,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Apalagi beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan mediasi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Namun mereka menilai gubernur mengingkari komitmennya untuk menggunakan formula yang diajukan dalam memutuskan upah 2022.

Ribuan massa masih merapatkan barisan hingga sore hari. Perwakilan setiap serikat buruh berorasi secara bergantian. Mereka mendesak pemerintah untuk menaikkan upah sebesar 10 persen mengingat kebutuhan selama pandemi Covid-19.

Bila pemerintah mengabaikan tuntutan dan tetap menggunakan PP nomor 36 tersebut, mereka mengancam akan datang kembali menggelar aksi demo lebih besar dengan melibatkan mahasiswa.

Baca juga:  Berdaya di Masa Pandemi, Kaum Perempuan Bisa Kembangkan Usaha dengan Pemasaran Online

Ia masih berharap Ganjar merenungkan kembali keputusan 30 November karena hal itu menyangkut nasib 20 juta buruh di Jateng. “Tidak ada pembangunan kecuali untuk memajukan kesejahteraan umum. Tidak ada orang miskin kecuali yang dimiskinkan,” pungkas Hakim. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya