alexametrics

Resepsi Milad ke-109 Muhammadiyah Digelar 20 November

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hari ini, 18 November, Muhammadiyah tepat berusia 109 tahun. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sendiri akan menggelar Resepsi Milad ke-109 Muhammadiyah pada Sabtu (20/11) lusa. Dalam resepsi itu, ditargetkan 500 ribu peserta yang terdiri atas anggota persyarikatan, simpatisan, dan umum bakal mengikuti secara daring.

PWM Jateng saat ini sedang mempersiapkan berbagai hal demi suksesnya acara yang bakal digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), yang baru beberapa bulan lalu selesai dibangun.

Ketua PWM Jateng Drs Tafsir M.Ag mengatakan, perhelatan pada tahun ini berbeda dari kegiatan milad sebelumnya. “Tujuan perayaan milad kali ini untuk membangkitkan kembali semangat Songsong Muktamar. Targetnya diikuti 500 undangan tatap muka, serta 500 ribu mengikuti secara daring,” kata Tafsir kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, milad ke-109 Muhammadiyah kali ini bakal menyuguhkan kegiatan bernuansa  budaya tanpa meninggalkan syiar Islam yang merupakan ciri khas ormas keagamaan ini. Misalnya, pergelaran teatrikal bertema “Berkhidmad sampai Akhir Hayat” dan pentas musik dari Serambi Bagelan Purworejo, yang bakal menjadi suguhan budaya menarik.  Suguhan budaya tersebut sekaligus menepis persepsi keliru yang sering menganggap bahwa Muhammadiyah anti-seni dan budaya.

Resepsi Milad akan berlangsung pukul 19.00-20.30. Target 500 ribu peserta terbagi 100 ribu orang mengikuti melalui Zoom, dan 400 ribu peserta mengikuti melalui platform lain, seperti Youtube, TVMu, dan media sosial lain milik Muhammadiyah.

Baca juga:  26 Kafilah Jateng berlaga di Seleksi Tilawatil Quran Nasional XXVI

Tafsir menyampaikan, Resepsi Milad ke-109  Muhammadiyah kali ini  juga menjadi penanda dimulainya kembali Gebyar Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta, yang sempat vakum beberapa saat karena pandemi Covid-19.  Oleh karena itu, kepada seluruh warga Muhammadiyah di seluruh tingkatan dan masyarakat umum diminta ikut memeriahkan kegiatan tersebut.  Muktamar ke-48 Muhammadiyah rencananya diadakan di Surakarta pada 18-20 November 2022.

Resepsi Milad Muhammadiyah ini dijadwalkan dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PWM Jateng Tafsir, Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta Prof Sofyan Anif, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, serta sejumlah tokoh Muhammadiyah. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dijadwalkan mengisi sesi Refleksi Milad.

Pada pertengahan Resepsi Milad, rencananya dilakukan hitung mundur (countdown) Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah, Rektor UMS, dan Ketua Panitia Muktamar.  Sesi ini akan dimeriahkan marching band yang membawakan Jingle Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Garda Terdepan

Di sisi lain, meski Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 sempat ditunda karena pandemi Covid-19, hal itu tak mengurangi kontribusi keduanya untuk masyarakat. Bahkan Muhammadiyah ikut berbaris di garda terdepan menghadapi pandemi mulai karantina hingga vaksinasi masal.

Baca juga:  Kirim Kapal Sulit, Gubernur Ganjar Dorong UMKM Ekspor via Pesawat Kargo

Dikatakan Tafsir, sebanyak sembilan Universitas Muhammadiyah di Jateng menggelar vaksin vaksin lintas agama secara bertahap. Masing-masing lokasi menampung hingga 5.000 dosis untuk civitas akademik, mahasiswa, maupun masyarakat umum. “Kenapa lintas agama? Karena tokoh agama di Indonesia ini punya pengaruh besar untuk mendorong masyarakat agar mau divaksin,” ungkap Tafsir saat ditemui di kantornya.

Selain untuk mendorong minat vaksin, keberadaan tokoh lintas agama dalam kegiatan tersebut juga sebagai praktik toleransi dan moderasi umat beragama. Selebihnya, 38 rumah sakit milik Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah juga membuka vaksinasi untuk umum.

Dengan kontribusi besar tersebut, satgas covid yang disebut Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) berhasil memvaksin ratusan ribu hingga jutaan jiwa di Indonesia, khususnya Jateng. Pasalnya, saat ini vaksinasi merupakan ikhtiar terbesar yang dapat dilakukan untuk mengatasi Covid-19.

Tafsir menambahkan, sektor pendidikan juga ikut terdampak. Selain mengurangi angka pendapatan, hal ini juga mengubah sistem belajar semua peserta didik dan mahasiswa di bawah naungan Muhammadiyah. Untungnya, dengan kecakapan teknologi yang dimiliki, pihaknya dapat segera beradaptasi.

Baca juga:  850.000 Orang Masuk Daftar Tunggu, Antrean Keberangkatan Haji di Jateng Capai 30 Tahun

Sistem pembelajaran daring dilakukan melalui Youtube TV Muhammadiyah.  Sebanyak 10 guru profesional yang terpilih di Jateng mengisi pembelajaran di sana. Dengan cara tersebut, mampu meminimalkan adanya ketinggalan materi oleh para peserta didik. “Itu semua guru dari sekolah unggulan kita,” imbuhnya.

Dosen UIN Walisongo ini juga mengakui, pihaknya termasuk kontributor terbanyak di channel resmi tersebut. Dalam sehari, pewarta Muhammadiyah Jateng mampu menayangkan 8-10 berita di Youtube.

Pantas saja, keenam wartawan yang bekerja di sana sudah tersertifikasi oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Bahkan sebagai apresiasi atas keaktifan dan kontribusinya, PP Muhammadiyah menghadiahi seragam untuk kru broadcasting dan anggota yang terlibat.

Lebih lanjut dikatakan, badan amal dan usaha yang paling diandalkan selama pandemi adalah rumah sakit. Pasalnya, kesehatan menjadi concern utama semua masyarakat hingga kini. Beberapa klinik yang tersebar di Jateng naik kelas dan membuka rumah sakit baru.

Di antaranya, di Banjarnegara, Purbalingga, dan Rembang. Kemuadian LazizMu juga lebih gencar menggalang zakat, infaq, dan sodaqoh. “Sebagian hasilnya disisihkan untuk menggaji guru selama pandemi. Sehingga guru tetap mendapat kesejahteraan dan hidup dengan layak,” katanya. (taf/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya