alexametrics

Kebut Vaksinasi Tujuh Daerah dalam Seminggu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Capaian vaksinasi di Jateng sudah 63 persen. Namun tujuh daerah masih kurang dari 50 persen. Untuk mengejar ketertinggalan persentase vaksinasi, ketujuh daerah itu diberi tenggat waktu seminggu oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Di antaranya ketujuh daerah Banjarnegara sebanyak 40,54 persen berada di posisi terendah. Lalu disusul Tegal sebanyak 44,09 persen, Purbalingga sebesar 44,56 persen, Pemalang 46,79 persen.

Terakhir Wonosobo, Jepara, dan Batang. “Targetnya minggu ini semuanya harus sudah 50 persen,” tegasnya setelah memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di kantornya Senin (8/11/2021).

Sejauh ini, jumlah kiriman vaksin dari pemerintah pusat sudah cukup banyak. Dalam seminggu lebih dari 1,2 juta dosis dikirim. Sehingga tak perlu percepatan seperti beberapa bulan lalu.

Baca juga:  Kemenkumham Jateng Salurkan 3.626 Paket Sembako

Ganjar juga menegaskan semua kepala daerah untuk mengecek kembali masa berlaku vaksin. Sehingga di Jateng tak ada kejadian vaksin yang kedaluwarsa yang terulang. Begitupun Astrazeneca yang dialokasikan ke daerah-daerah.

“Kabupaten Magelang dicek lagi, awas expired! Jangan sampai ada persoalan seperti minggu lalu. Nanti mubazir,” imbuh Ganjar.

Bila daerah mendapat vaksin yang mendekati masa kedaluwarsanya, pemerintah kabupaten atau kota harus menilai kemampuan untuk menyuntikkan semua kiriman vaksin yang didapat. Bila tak mampu, langsung menyampaikan ke pusat, agar stok dialihkan ke daerah yang lebih membutuhkan.

Meski begitu, Ganjar tegas menolak pemerintah pusat untuk mengatur secara detail alokasi vaksin di daerah. Karena pihaknya lebih mengerti titik target yang memerlukan percepatan.

Baca juga:  Mengenal Iwan Hasto Edi Setiawan, Pencipta Animatronik Pertama di Indonesia

Lebih lanjut, pihaknya meminta semua daerah mengawasi pembelajaran tatap muka. Melihat vaksinasi cukup tinggi dan leveling kasus terus menurun, semua daerah diminta mempersiapkan sentra-sentra ekonomi dengan pengawasan dan prokes ketat.

“Kita harus antisipasi potensi terjadinya gelombang ketiga. Kita juga lagi mendesain skenario Natal dan tahun baru, agar semuanya bisa diantisipasi,” tutupnya. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya