alexametrics

Di Hadapan Gubernur Ganjar, Mantan Teroris Nyatakan Penyesalan Terdalam

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Seorang mantan teroris yang juga mantan anak buah gembong teroris Bahrun Naim, Munir mendatangi Ipda Bambang Adi Cahyanto di Solo untuk meminta maaf.

Munir adalah anak buah Bahrun Naim. Kerjanya adalah penggalang dana, dan salah satu dananya digunakan teroris Nur Rohman melakukan aksi pengeboman di Polres Surakarta pada 2016 silam. Korban dari ledakan bom Nur Rohman itu adalah Ipda Bambang. Salah satu mata Ipda Bambang mengalami luka serius akibat kejadian itu.

Usai pertemuan yang digelar di Solo, Ipda Bambang dan Munir diundang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ke rumah dinasnya. Keduanya diajak ngobrol, tentang cerita-cerita masa lalu dan proses rekonsiliasi itu.

Kepada Ganjar, Munir mengatakan, sudah niat untuk minta maaf ke Bambang sejak dirinya dipenjara. Melalui proses perenungan dan hal-hal yang ia dapatkan selama empat tahun di penjara, ia menyatakan penyesalan yang dalam. Ia menyatakan diri untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi dan ingin meminta maaf ke Bambang dan masyarakat Indonesia.

Baca juga:  Postur RAPBD 2021 Tanpa Silpa

“Saya saat dipenjara sadar, bahwa apa yang saya lakukan salah. Saya juga disadarkan saat bapak saya, matanya terkena sesuatu dan luka berat. Saya merasa Tuhan sedang membalas perbuatan saya. Dari situ saya sadar, saya sangat menyesal,” kata Munir.

Munir kemudian ingin menemui Bambang dan meminta maaf. Bahkan, ia menyatakan rela matanya dilepas untuk mengganti mata Ipda Bambang yang saat itu diketahuinya terluka. Namun, saat pertemuan terjadi, mata Ipda Bambang sudah sembuh.

“Saya janji waktu itu, saat pulang (bebas), saya akan menemui pak Bambang. Bahkan kalau matanya belum sembuh, pak Bambang boleh ambil mata saya. Saya janji, karena saya harus membayar itu. Semoga pak Bambang dan keluarga memaafkan saya dan Allah mau mengampuni saya,” jelas Munir sambil berkaca.

Baca juga:  Skripsi Mahasiswa Diganti Pengabdian di Desa Tertinggal

Ganjar pun menanyakan pada Ipda Bambang kondisi matanya. Ipda Bambang mengatakan saat ini matanya sudah sembuh dan sudah bisa melihat dengan normal kembali.
“Mata saya sudah sembuh pak, masih bisa melihat dan sehat,” jawabnya.

Ganjar pun menanyakan kenapa Ipda Bambang mau menemui Munir dan memaafkan perbuatannya. Sebab dulu, akibat Munir juga, dirinya harus mengalami hal yang tidak diinginkan. Ganjar pun menanyakan, kenapa Ipda Bambang tidak ingin balas dendam.

“Saya sama sekali tidak ingin membalas. Karena selepas kejadian itu, dari keluarga saya sudah berpesan, saya harus ikhlas. Jadi sebelum ketemu mas Munir dan rekonsiliasi hari ini, saya sudah mengikhlaskan. Saya tidak menyangka akan seperti ini, jadi sebelum mas Munir ketemu saya, saya sudah legowo dan memaafkan,” kata Ipda Bambang.

Baca juga:  Sekjen PPP Silaturrahmi ke Ketum PBNU, Begini Pesannya

Menurutnya, tidak ada hal yang membuat dirinya tidak memaafkan Munir. Pertemuan hari ini sangat bermanfaat untuk perdamaian Indonesia.

Ganjar sendiri begitu bangga dan mengapresiasi adanya rekonsiliasi ini. Bahkan, ia merasa merinding mendengar cerita dan pengakuan Munir dan legowonya Ipda Bambang memaafkan perbuatan Munir yang pernah membuatnya terluka.

“Saya merinding. Dua orang yang dulunya berseberangan, mereka hari ini bertemu. Mendengar ceritanya, kita semua harus waspada. Karena saya sebagai orang tua yang punya anak sekaligus diamanahi jadi pemimpin, saya belajar banyak dari beliau,” katanya. (*/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya