alexametrics

Cakap Teknologi dan Berkarakter Anti Korupsi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Universitas Binus Semarang hadir dengan program studi yang mengoptimalkan kecakapan teknologi. Namun bukan itu saja, kampus tersebut berkomitmen membentuk mahasiswa jujur dan berkarakter. Terutama berkepribadian anti-korupsi.

Rektor Universitas Binus Semarang Harjanto Prabowo mengatakan, kebijakan kampus terus berkembang untuk membangun karakter mahasiswa. Pada lima tahun terakhir pihaknya tegas melarang plagiarisme dan perilaku mencontek. “Kalau ketahuan kami DO. Begitupun kalau sampai ada yang korupsi, kita cabut ijazahnya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sejauh ini tercatat sudah ada sekitar 80 mahasiswa ketahuan berbuat curang dan terpaksa dikeluarkan. Kemudian, ia juga mengutamakan kemampuan soft skill agar para mahasiswanya mampu bersaing saat bekerja di perusahaan global.

Baca juga:  Tanam 50 Pohon Trembesi dan Tabebuya

Program studi yang dibuka perdana pada tahun ajaran 2022 mendatang di antaranya, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Desain Komunikasi Visual, dan Teknik Industri. Dengan visi a world class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation, Binus Semarang memberikan pengalaman belajar dan fasilitas berkualitas global.

Dikatakan, pihaknya telah mengadaptasi pembelajaran daring jauh sebelum pandemi Covid-19. Dalam satu semester, mahasiswa setidaknya mengikuti kelas daring selama empat minggu. Maka saat pandemi tiba, mahasiswa sudah terbiasa.

Tak hanya pembelajaran yang digelar secara hybrid, Binus juga memiliki sistem belajar multi campus. Pihaknya menerapkan program 2+1+1. Selama dua tahun mahasiswa akan berkuliah di kampus asal. Kemudian satu tahun berikutnya dapat melanjutkan perkuliahan di Kampus Binus Jakarta. Lalu tahun terakhir dihabiskan dengan enrichment program seperti magang atau belajar di luar negeri.

Baca juga:  Kejati Jateng Berlakukan WFH 50 Persen

“Dua dari tiga lulusan kami ditargetkan bisa bekerja di perusahaan global atau menjadi entrepreneur. Saat ini sudah ada puluhan yang tersebar di berbagai negara,” pungkasnya. (taf/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya